17 Meninggal dan Puluhan Terjebak, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Kebakaran Gedung Terra Drone?

photo author
- Rabu, 10 Desember 2025 | 03:49 WIB
17 Meninggal dan Puluhan Terjebak, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Kebakaran Gedung Terra Drone? (Menyoroti fakta terkini insiden kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025. (Instagram.com/@warungjurnalis))
17 Meninggal dan Puluhan Terjebak, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Kebakaran Gedung Terra Drone? (Menyoroti fakta terkini insiden kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025. (Instagram.com/@warungjurnalis))

KLIK SAJA - Ketika linimasa medsos mulai penuh dengan potret asap hitam dan video jeritan minta tolong, Jakarta lagi-lagi dihadapkan pada tragedi yang bikin dada ikut sesak.

Selasa siang, 9 Desember 2025, pukul 12.45 WIB, Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dilalap api besar.

Dari unggahan Instagram @warungjurnalis, terlihat asap pekat yang menyembur dari lantai atas gedung.

Di antara gulungan asap itu, sejumlah orang tampak terjebak pemandangan yang bikin siapa pun refleks menarik napas panjang.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Tukangkayu Resmi Diluncurkan! Digitalisasi, UMKM, dan Gerai Murah Siap Ubah Ekonomi Kelurahan

Berikut rangkuman fakta dan kronologi yang berhasil dikumpulkan.

1. Kebakaran Terjadi Mendadak Setelah Suara Ledakan

Kebakaran di Gedung Terra Drone dilaporkan terjadi hanya beberapa detik setelah terdengar suara ledakan keras dari lantai 1.

Ledakan itu diduga berasal dari baterai drone yang mengalami korsleting, meski investigasi resmi masih berlangsung.

Api langsung menjalar menuju lantai dua dan tiga dengan kecepatan yang membuat banyak pegawai tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Asap pekat segera memenuhi koridor, menyebabkan jarak pandang di dalam gedung menurun drastis.

Baca Juga: Ramai Sindiran Endipat vs Donasi Rp10 Miliar Ferry Irwandi, Begini Kronologi Lengkap yang Bikin Publik Panas!

Sejumlah pekerja mengaku hanya bisa mengikuti naluri untuk berlari tanpa sempat memahami apa yang sedang terjadi.

Situasi berubah dari normal menjadi kacau hanya dalam hitungan menit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X