nasional

Biaya Pemilu yang Membengkak hingga Debat Legitimasi, 7 Sorotan Panas dari Wacana Pilkada via DPRD

Senin, 8 Desember 2025 | 08:04 WIB
Biaya Pemilu yang Membengkak hingga Debat Legitimasi, 7 Sorotan Panas dari Wacana Pilkada via DPRD (Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto tanggapi usulan kepala daerah dipilih DPRD. (PDI Perjuangan Bali))

5. Usulan Pemilihan via DPRD Kembali Naik ke Permukaan

Wacana ini kembali mencuat setelah Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menghidupkannya dalam perayaan HUT ke-61 Golkar.

Bahlil mengatakan bahwa usulan tersebut bukan ide baru, melainkan hasil kajian panjang partai.

Kehadirannya di panggung nasional memaksa partai-partai lain merespon, termasuk PDIP dan PKB.

Baca Juga: BRI Perkuat Komitmen ESG Lewat Aksi Tanam Pohon dan Bantuan Sosial untuk Warga Sekitar

Presiden Prabowo yang hadir di acara itu langsung menanggapi, “kalau sudah sekali memilih DPRD kabupaten, DPRD provinsi, ya, kenapa nggak langsung saja pilih gubernurnya dan bupatinya, selesai.”

Komentar Prabowo membuat isu ini semakin panas, membuka ruang diskusi baru mengenai konsistensi sistem pemilihan.

Wacana tersebut pun dengan cepat bergulir di publik dan media nasional.

Isu ini menjadi salah satu bahan perdebatan paling ramai di panggung politik akhir tahun.

6. Golkar Sudah Mengkaji Sejak Lama, dan PKB Pernah Ikut Mengusulkan

Golkar ternyata bukan pemain baru dalam wacana pengembalian pilkada ke DPRD.

Bahlil mengaku sudah menyuarakan ide tersebut sejak Desember 2024 dan awal 2025 sebagai bentuk evaluasi demokrasi.

Baca Juga: Bahlil Sebut Izin Tambang Bisa Dicabut jika Terbukti Merusak Lingkungan di Sumatera

Ia berkata, “saya kan dari awal, dari sejak HUT Golkar, pada bulan Desember kemarin, dalam sambutan saya, saya katakan bahwa penting untuk kita melakukan penataan sistem demokrasi kita lewat perubahan undang-undang politik.”

Pada pertengahan tahun, wacana ini semakin diperluas oleh komentar Cak Imin yang turut membuka ruang diskusi.

Halaman:

Tags

Terkini