Banyak pihak menilai, meski legal, keputusan itu tetap terasa moralnya bermasalah.
4. Publik Menyoroti Empati yang “Menghilang”
Foto Mirwan dan istrinya yang tersenyum cerah selama umrah menjadi ironi tersendiri di hadapan warga yang masih berjibaku dengan lumpur dan puing.
Warga menilai potret itu seperti memamerkan kebahagiaan di atas penderitaan warganya.
Hal ini memicu gelombang kritik, baik dari tokoh masyarakat maupun netizen yang merasa ditinggalkan secara emosional.
Dalam situasi darurat, kehadiran pemimpin sangat penting untuk memelihara rasa tenang dan kebersamaan.
Ketika yang terlihat justru sebaliknya, kekecewaan publik tumbuh cepat dan tak terhindarkan.
Banyak yang menyebut momen ini sebagai PR besar bagi Mirwan.
5. Pemerintah Pusat dan Daerah Sudah Turun ke Lapangan
Sementara Mirwan jauh dari lokasi, pemerintah pusat justru bergerak cepat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih ikut memantau langsung kondisi banjir bandang.
Relawan, TNI-Polri, BNPB, dan unsur pemerintahan daerah bahu-membahu mempercepat pemulihan.
Kontras antara kerja lapangan dengan foto umrah itu menambah lebar jarak persepsi publik terhadap kepemimpinan Mirwan.