Dugaan Rekayasa dan Rekening Ganda yang Tidak Lazim
Jaga Marwah menyebut adanya dugaan rekayasa dalam penetapan status obligor, termasuk temuan rekening ganda atas nama Bank Centris di Bank Indonesia.
“Ini mengindikasikan adanya manipulasi sistem perbankan,” kata Edison.
Jika benar ada rekayasa dan rekening ganda, maka persoalan BLBI memasuki level yang jauh lebih serius daripada sekadar kesalahan prosedur.
Merujuk Putusan MA dan Temuan BPK: Klaim Bukti Tidak Sah
Menurut Edison, bukti bahwa Andri bukan obligor merujuk pada putusan Mahkamah Agung serta hasil audit BPK.
Ia bahkan menyebut bahwa bila ada pihak yang mengklaim sebaliknya, maka kemungkinan putusan tersebut palsu.
Tuduhan ini tentu saja besar dan mengundang perhatian, sebab menyentuh lembaga paling puncak dalam sistem hukum.
Nama-Nama Penting Diminta Hadir
Edison meminta KPK memeriksa Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban dan bahkan pimpinan Bank Indonesia yang terlibat dalam proses penetapan rekening dan kebijakan terkait BLBI.
Ini bukan sekadar laporan soal penyitaan, tetapi ajakan untuk membuka ulang seluruh proses dan mengaudit kembali pihak-pihak yang dianggap memiliki peran strategis.
Kebijakan Perlu Ditinjau Ulang
Tidak berhenti di level teknis, Jaga Marwah juga menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau ulang kebijakan Satgas BLBI.