KLIK SAJA - Ketika sebuah tumbler tertinggal di KRL, tak ada yang menyangka kisahnya bakal “membawa rombongan” dari viral di medsos, petugas kena imbas, hingga berujung pemecatan pegawai perusahaan besar.
Namun begitulah media sosial cepat, bising, dan sering kali tak terduga arahnya.
Kasus Anita Dewi kembali jadi bukti bahwa satu unggahan bisa berubah jadi bola salju.
Tidak hanya soal tumblernya, tapi soal akuntabilitas, empati, dan tentu saja kecepatan netizen merespons.
Bermula dari Tumbler yang Hilang di Commuter Line
Anita Dewi membagikan curhatannya di Threads, @anitadwdl, setelah lupa tasnya tertinggal di rangkaian KRL Tanah Abang Rangkasbitung.
Untungnya, tas itu ditemukan di gerbong khusus wanita setelah ia melapor ke petugas Stasiun Rawa Buntu.
Tapi, ketika diambil keesokan harinya, tumbler Tuku yang jadi “tokoh utama” drama ini sudah tak ada.
Tuduhan ke Petugas KRL Membuat Kasus Makin Meledak
Anita menyebut ada kelalaian petugas. Padahal, petugas bernama Argi mengaku hanya menerima tas dari petugas lain dan meletakkannya di ruang jaga karena kondisi stasiun sedang ramai.
Foto isi tas, termasuk tumbler itu, sudah dikirimkan sebelumnya sebagai bagian dari prosedur.
Kronologi kecil, tapi dampaknya besar.