Menkeu Purbaya: Untuk Ciptakan Lapangan Kerja, Dibutuhkan Pertumbuhan Ekonomi 6-7 Persen

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 27 November 2025 | 22:39 WIB
Menkeu Purbaya saat rapat Banggar DPR (investor daily)
Menkeu Purbaya saat rapat Banggar DPR (investor daily)

KLIK SAJA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa kegagalan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai telah mendorong banyak anak muda memilih bekerja di luar negeri.

Kondisi ini diperparah oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir stagnan di kisaran 5 persen.

“Jadi, banyak anak yang kerja di luar negeri itu karena kegagalan kita menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Waktu pertumbuhan ekonominya lambat seperti itu, kemarin-kemarin ya, iya seperti itu,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, agar Indonesia mampu menyediakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas, ekonomi nasional harus tumbuh di level minimal 6–7 persen.

Namun, sejumlah kebijakan yang kurang tepat membuat potensi pertumbuhan di atas 5 persen belum mampu tercapai dan kembali stagnan.

Meski begitu, Purbaya optimistis berbagai program prioritas Kabinet Merah Putih dapat menjadi momentum perbaikan.

Ia menyebut dukungan dari peningkatan realisasi investasi, optimalisasi belanja pemerintah, hingga penguatan manajemen fiskal dan moneter sebagai kunci terciptanya lapangan kerja baru.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Temukan Indikasi Manipulasi Harga Barang Impor di Pelabuhan Tanjung Perak

“Pak Presiden sudah membuat program vokasi yang cukup besar, termasuk biaya untuk rumah sakit pendidikan dan berbagai fasilitas lain yang akan mulai berjalan tahun depan. Ini agar anak-anak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Tapi itu jangka pendek,” jelasnya.

Untuk jangka panjang, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat agar upah tenaga kerja juga semakin kompetitif.

Purbaya menilai tingginya minat anak muda bekerja di luar negeri salah satunya disebabkan oleh perbedaan upah minimum yang cukup signifikan.

“Itu yang kita kerjakan dalam beberapa tahun ke depan, mungkin 10 tahun. Target kita bukan memindahkan orang ke luar negeri supaya hidupnya enak, tapi membuat kondisi di sini bagus. Sehingga kita bisa hidup lebih layak tanpa harus pergi. Kalau pun ke luar negeri, ya untuk liburan saja,” tegasnya.

Harapan masyarakat kini juga tertuju pada janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang berkomitmen menciptakan 19 juta lapangan kerja selama masa pemerintahan mereka.

Upaya Menkeu Purbaya mengalihkan dana sebesar Rp200 triliun ke bank Himbara pun menjadi sorotan, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X