nasional

Dari Behavioural Economics hingga Microinsurance, Begini Cara IFG Menguatkan Industri Asuransi Berbasis Riset!

Jumat, 28 November 2025 | 12:18 WIB
Dari Behavioural Economics hingga Microinsurance, Begini Cara IFG Menguatkan Industri Asuransi Berbasis Riset!

Riset Menghadapi Tantangan Baru Industri

Mulai dari perubahan perilaku digital, disrupsi teknologi, hingga penerapan ESG, industri asuransi membutuhkan pendekatan cerdas untuk membaca tren dan adaptasi.

Riset menjadi alat untuk memahami pergeseran itu secara ilmiah dan terukur.

Kolaborasi dengan Kampus, Tidak Sekadar Formalitas

Melalui IFG Progress, IFG menggandeng lima universitas besar di Indonesia.

Baca Juga: Rapat Komisi XI Memanas, Ini Poin-Poin Kunci Perdebatan Soal Kontrol Anggaran Kemenkeu

Tidak hanya untuk laporan akademik, tetapi sebagai mitra analisis mikro, survei primer, hingga machine learning.

Head of IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman, memaparkan:

“Dalam kegiatan ini kami lakukan pendekatan riset menggunakan behavioural economics, analisis data mikro, machine learning, hingga pemodelan statistik dan survei primer.”

Riset dilakukan untuk memetakan karakter publik berdasarkan wilayah, generasi, dan ekosistem digital.

Temuan Penting dari Kampus Mitra IFG

Beberapa universitas membawa amunisi riset yang cukup menarik:

Baca Juga: Membedah Isu Tata Kelola Keuangan PBNU dari Transaksi Misterius hingga Risiko Hukum Serius

- Universitas Brawijaya — studi pemetaan generasi digital
- Universitas Nusa Cendana — persepsi risiko kekeringan dan microinsurance
- Universitas Sam Ratulangi — literasi keuangan, preferensi produk dana pensiun dan asuransi jiwa
- Universitas Indonesia — korelasi risk-taking dan kinerja kewirausahaan
- Universitas Islam Indonesia — strategi komunikasi berbasis perilaku

Semua temuan itu menjadi bahan bakar strategi berbasis evidence bagi IFG.

Halaman:

Tags

Terkini