Dari Behavioural Economics hingga Microinsurance, Begini Cara IFG Menguatkan Industri Asuransi Berbasis Riset!

photo author
- Jumat, 28 November 2025 | 12:18 WIB
Dari Behavioural Economics hingga Microinsurance, Begini Cara IFG Menguatkan Industri Asuransi Berbasis Riset!
Dari Behavioural Economics hingga Microinsurance, Begini Cara IFG Menguatkan Industri Asuransi Berbasis Riset!

KLIK SAJA - Industri asuransi pelan-pelan sedang berubah. Tidak lagi cukup mengandalkan pola lama “produk dijual ke masyarakat”, IFG kini mendorong ekosistem yang benar-benar dibangun dari riset, kebutuhan riil publik, dan pendekatan human-centered.

Semua itu mengemuka dalam gelaran IFG Research Dissemination 2025 bertema “Bridging Gaps: Behavioural Economics, Microinsurance, and Regional Mapping for Insurance and Guarantee Inclusion.”

Acara ini mempertemukan akademisi, peneliti, serta pelaku industri untuk memetakan cara baru memperkuat inklusi asuransi di Indonesia.

Hadir jajaran pimpinan IFG Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko, Direktur Teknik Rianto Ahmadi, Wadirut Haru Koesmahargyo, Head of IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman, serta tim riset dari berbagai universitas.

Baca Juga: Momen Hangat Prabowo dan Ratu Máxima! Batik Pekalongan, Tongkonan, hingga Jersey Kucing Bobby Bikin Publik Senyum

Asuransi Dibeli, Bukan Dijual

Di sesi pembuka, Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, menegaskan pergeseran besar ini.

“Di negara maju, asuransi merupakan instrumen yang dibeli masyarakat bukan dijual, karena kesadaran terhadap perlindungan risiko yang tinggi,” ujar Hexana.

Ia menambahkan, IFG ingin menghadirkan paradigma tersebut di Indonesia agar masyarakat membeli proteksi karena sadar risiko, bukan karena ditawarkan.

Riset Jadi Fondasi Produk Asuransi Masa Depan

Riset bukan lagi pelengkap tapi pondasi utama. Melalui kajian mendalam, industri bisa menentukan:

Baca Juga: Tumbler Hilang, Satu KRL Ribut, Viral di Threads hingga Respons Tegas Dirut KAI

- Pemetaan kebutuhan asuransi berdasarkan wilayah dan generasi
- Perhitungan risiko dan premi yang tepat
- Perancangan produk yang relevan
- Kepatuhan regulasi sekaligus mencegah sengketa klaim

Tanpa riset yang komprehensif, strategi proteksi jelas tak akan optimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X