Bahkan, ia menambahkan, “Menghentikan fungsionaris lembaga saja enggak bisa, apalagi Ketua Umum.”
Gus Yahya Kritik Rapat yang Dinilai Menutup Ruang Klarifikasi
Gus Yahya juga keberatan dengan proses yang menurutnya tidak memberi kesempatan klarifikasi.
Ia menilai prosedur rapat tersebut kurang transparan dan terlalu tergesa-gesa menjatuhkan keputusan.
Baca Juga: Resmi Ditahan KPK! Vendor Fiktif, Office Boy Jadi Kedok, dan Korupsi Rp46,8 Miliar di PT PP
“Kemudian langsung menetapkan keputusan yang berupa hukuman, ini jelas tidak dapat diterima.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa polemik ini bukan sekadar soal jabatan, tetapi soal mekanisme organisasi dan etika pengambilan keputusan.
Soal Isu “Dekat dengan Israel”, Gus Yahya Anggap Dipelintir
Salah satu alasan yang dikaitkan dengan pemberhentian ini adalah isu hubungan Gus Yahya dengan Israel.
Tapi, ia menilai hal itu tidak adil dan tidak jujur..“Saya itu tahun 2018 sudah pernah pergi ke Israel, saya bertemu Netanyahu, Presiden Israel.” kata Gus Yahya di Surabaya.
Ia menegaskan, perjalanan itu sudah lama ia ceritakan, bahkan sebelum terpilih dalam Muktamar 2021.
Artinya, para pemilihnya sudah sangat tahu riwayat tersebut, jadi tidak masuk akal jika isu itu kini dijadikan alasan pemberhentian.
Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem di Sumut! Delapan Meninggal, Ribuan Mengungsi, dan Banyak Akses Jalan Putus
Gus Yahya Tegaskan Justru Datang ke Yerusalem untuk Bela Palestina
Menanggapi tudingan yang terus berputar, Gus Yahya memberikan penegasan akhir.