nasional

UMKM Naik Kelas, Bagaimana 'Faber Instrument' Menggandeng Masyarakat Lokal dan BRI untuk Meroket ke Dunia?

Selasa, 25 November 2025 | 19:45 WIB
UMKM Naik Kelas, Bagaimana 'Faber Instrument' Menggandeng Masyarakat Lokal dan BRI untuk Meroket ke Dunia?

Model usaha ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat identitas Faber sebagai brand kerajinan lokal yang benar-benar berpijak pada komunitas.

3. Produk Serba Handcrafted dan Unik

Keunikan Faber adalah semua speaker diproduksi dengan cara handmade.

Setiap detail lekukan kayu, resonansi suara, hingga tekstur jati pilihan melibatkan proses panjang yang tak bisa tergantikan mesin.

Baca Juga: Di Desa Harapan Tani, Layanan Keuangan Tidak Lagi Jauh: Cerita Wenny dan Jemput Bola yang Mengubah Banyak Hal

Karakter suara natural dari material kayu membuat produknya punya niche tersendiri di pasar.

Kualitas ini pula yang membuat Faber dipercaya sebagai souvenir resmi G20 dan Mandalika Official Merchandise, sebuah tonggak penting bagi UMKM lokal.

4. Pemasaran yang Meluas di Dalam Negeri Hingga Menembus Korea Selatan

Seiring reputasi yang tumbuh, pasar Faber terus melebar.
Di Indonesia, produknya telah hadir di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Denpasar.

Di tingkat global, Faber sukses menembus pasar Korea Selatan dan kini mulai menjajaki permintaan dari beberapa potential buyer di Asia dan Eropa.

Dari workshop kecil di Cianjur, brand ini kini melayang ke panggung internasional perlahan tapi pasti.

5. Omzet Capai Rp1,5 Miliar Sepanjang 2024

Baca Juga: DPR Beberkan Kecurangan BBM, Pelangsiran Terstruktur dan Mobil Mewah Ikut Nikmati Subsidi!

Lonjakan permintaan membuat kapasitas produksi Faber meningkat signifikan.

Saat ini mereka mampu memproduksi 100–200 unit per bulan, dengan total penjualan mencapai 945 unit dan omzet sekitar Rp1,5 miliar sepanjang 2024.

Halaman:

Tags

Terkini