nasional

Setelah Ledakan SMAN 72, Kemensos Siapkan Trauma Healing dan Kerja Sama Deradikalisasi di Sekolah

Minggu, 23 November 2025 | 08:23 WIB
Setelah Ledakan SMAN 72, Kemensos Siapkan Trauma Healing dan Kerja Sama Deradikalisasi di Sekolah (Mensos Gus Ipul sebut Kemensos akan ikut membantu pendampingan pelaku insiden ledakan SMAN 72 Jakarta. (Instagram/kemensosri))

KLIK SAJA - Kemensos langsung bergerak cepat pasca insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Gus Ipul menegaskan bahwa anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) tetap harus dipulihkan, bukan hanya diproses.

Ia menyebut rehabilitasi jadi pintu awal agar ABH tidak semakin tenggelam dalam trauma dan tekanan sosial.

“Tugasnya Kementerian Sosial, kita membantu untuk melakukan semacam proses rehabilitasi,” ujarnya.

Baca Juga: Gibran’s Black Paper, Ketika Roy Suryo Membuka Bab Baru dalam Drama Politik Tanah Air

Selain pemulihan fisik dan psikologis, pendekatan ini memberi ruang agar ABH kembali merasa diterima.

Pemerintah ingin menegaskan bahwa pencegahan kekerasan di sekolah juga dimulai dari penyembuhan para pelakunya.

Di sinilah peran Kemensos menjadi jembatan antara hukuman, pembinaan, dan masa depan si anak.

Trauma Healing Jadi Bagian Penting dari Pemulihan

Tak hanya rehabilitasi, Gus Ipul menegaskan bahwa trauma healing juga disiapkan untuk ABH.

Pendekatan ini dianggap penting karena kasus ledakan bukan sekadar kejadian kriminal, tapi juga pengalaman emosional yang bisa membekas.

Baca Juga: Di Desa Harapan Tani, Layanan Keuangan Tidak Lagi Jauh: Cerita Wenny dan Jemput Bola yang Mengubah Banyak Hal

Kemensos ingin memastikan pemulihan dilakukan menyeluruh, dari kondisi mental hingga rasa aman si anak.

Dengan cara itu, mereka diharapkan bisa kembali ke lingkungan sosial tanpa membawa beban yang membuat mereka makin terasing.

Halaman:

Tags

Terkini