Warga yang berada di zona merah dianggap tidak aman untuk kembali tinggal.
Pemerintah daerah sedang mendata jumlah warga yang harus dipindahkan.
Meski tak mudah, keputusan ini untuk keselamatan jangka panjang. Warga diminta bersabar sambil pihak berwenang menyelesaikan inventarisasi.
Tindakan preventif ini jadi bukti bahwa keselamatan manusia tetap nomor satu, meski pembangunan dan aktivitas sehari-hari terganggu.
Baca Juga: Adat, Politik, dan Sejarah yang Mengulang Diri: Rumitnya Suksesi PB XIII di Kraton Surakarta
Pemantauan Masih Terus Berlanjut
Bencana di Banjarnegara dan Cilacap menunjukkan potensi tanah labil masih mengintai.
Tim gabungan terus melakukan asesmen sambil menunggu cuaca membaik.
Baca Juga: Penyidikan, Empati, dan Pertanyaan Publik: Perkembangan Terbaru Kasus MH di Tangsel
BPBD mengimbau warga tetap berada di tempat aman. Intensitas hujan tinggi menjadi faktor utama longsor, jadi kewaspadaan tetap wajib.
Langkah koordinasi antarinstansi dan relawan menjadi kunci agar dampak bencana bisa diminimalisir.
Di Jawa Tengah, belajar dari pengalaman bencana sebelumnya menjadi sangat penting.***