KLIK SAJA - Natalius Pigai kembali mencuri perhatian publik dengan pernyataan lugasnya soal lonjakan kekayaan pejabat negara.
Ia menegaskan bahwa seluruh menteri di kabinet memiliki jumlah gaji yang sama, tanpa pengecualian.
Maka ketika ada menteri yang tiba-tiba punya simpanan belasan hingga puluhan miliar rupiah, Pigai dengan tegas mempertanyakan sumbernya.
Ucapannya mencuat dalam tayangan Akbar Faizal Uncensored, dan publik langsung ramai membahasnya.
Pigai seolah mengingatkan bahwa logika sederhana tetap berlaku: pendapatan sama, maka pertumbuhan kekayaan pun harusnya selaras.
Namun ketika faktanya tidak demikian, publik pantas bertanya. Kritik Pigai ini jadi semacam panggilan bangun bagi masyarakat bahwa transparansi pejabat bukan sekadar formalitas.
Tidak Ada Perbedaan Gaji Meski Kementerian Berbeda Besarannya
Dalam pernyataannya, Pigai menjelaskan bahwa posisi menteri, besar kecilnya anggaran, hingga sumber daya yang dikelola tidak memengaruhi gaji pokok mereka.
Ia sendiri memimpin kementerian dengan anggaran besar, namun tidak membuat pendapatannya berbeda dari menteri lainnya.
Hal ini ia kemukakan untuk menegaskan bahwa logika “kementerian besar = gaji besar” itu tidak berlaku sama sekali.
Baca Juga: Hubungan 28 Tahun yang Terbayar: Raja Yordania Cerita Mengapa Prabowo Begitu Istimewa
Pigai pun mengatakan, “Saya menteri di kementerian HAM, kebetulan anggarannya lebih banyak,” untuk menunjukkan ketimpangan persepsi di publik.
Ia lalu menegaskan lagi bahwa “Katakanlah dengan kementerian yang anggarannya kecil dengan kementerian yang mengelola sumber daya itu menteri itu gajinya sama pak.”
Artikel Terkait
Saat Perasaan ‘Sendiri’ Menjadi Bom, Inilah Kisah Pelaku SMA 72 dan Warning untuk Orang Tua
TERKUAK! Siswa SMAN 72 Jakarta Meledakkan Bom Sendiri, Polisi Ungkap Fakta 7 Bom dan Trauma Korban
Info Anak Santri! Jadwal Haul Habaib di Pulau Jawa Bulan November – Desember 2025
Kasus Ledakan SMAN 72, Polda Metro Jaya Pastikan Proses Hukum Anak Sesuai Aturan
Tak Terhubung Jaringan Teror, Pelaku Ledakan SMAN 72 Diduga Bertindak Merasa Sendiri dan Tak Punya Tempat Bercerita