Hubungan 28 Tahun yang Terbayar: Raja Yordania Cerita Mengapa Prabowo Begitu Istimewa

photo author
- Sabtu, 15 November 2025 | 08:43 WIB
Hubungan 28 Tahun yang Terbayar: Raja Yordania Cerita Mengapa Prabowo Begitu Istimewa (Dok istimewa)
Hubungan 28 Tahun yang Terbayar: Raja Yordania Cerita Mengapa Prabowo Begitu Istimewa (Dok istimewa)

KLIK SAJA - Raja Yordania Abdullah II tidak datang ke Jakarta hanya sebagai kepala negara, tetapi sebagai seorang sahabat lama yang kedekatannya telah melewati puluhan tahun.

Dalam pertemuan bilateral, ia menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Yordania punya fondasi emosional yang jauh lebih kuat dari sekadar kerja sama formal.

Suasana ruangan berubah hangat ketika Raja Abdullah II mengenang masa-masa awal persahabatannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ia bahkan mengaitkan hubungan dua negara dengan kisah personal yang bergerak di belakang layar diplomasi.

Baca Juga: Rakyat Harus Dilindungi! Suara Warga Tambak Agung Menggema di DPRD Banyuwangi soal Tambang PT BSI

Kedekatan kedua pemimpin ini memberi isyarat bahwa agenda politik hari ini sejatinya bertumpu pada hubungan manusia.

Hubungan itu, dalam kasus ini, sudah tumbuh sejak lama dan tidak dibuat-buat.

Kisah Ikonik Saat Prabowo Diperkenalkan sebagai “Saudara”

Momen paling menyentuh datang ketika Raja Abdullah II menceritakan kembali hari ketika ia memperkenalkan Prabowo kepada ayahandanya, mendiang Raja Hussein.

“Saya selalu bercerita kepada ayah saya tentang persahabatan yang sangat istimewa ini. Dan ketika Anda datang ke Yordania, ayah saya bertanya kepada saya, ‘Siapa orang ini?’ Saya berkata, ‘Dia adalah saudara saya.’ Dan ayah saya berkata bahwa jika dia adalah saudaramu, maka dia adalah saudaraku juga,” ujarnya.

Kutipan ini menggambarkan hubungan yang bukan hanya dekat, tetapi sudah melewati batas diplomasi formal dan masuk ke ruang keluarga.

Baca Juga: Di DPRD Banyuwangi, Suara Warga Menggema: CSR Harus Dibuka, Bukan Disembunyikan

Sebuah relasi yang jarang terlihat di panggung politik internasional. Cerita ini menjadi jembatan emosional yang menunjukkan bahwa hubungan dua bangsa bisa berawal dari kedalaman relasi dua manusia.

Dari ucapan itu, Yordania tidak melihat Prabowo sebagai sekadar mitra—melainkan keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X