Tak Terhubung Jaringan Teror, Pelaku Ledakan SMAN 72 Diduga Bertindak Merasa Sendiri dan Tak Punya Tempat Bercerita

photo author
- Rabu, 12 November 2025 | 13:15 WIB
Tak Terhubung Jaringan Teror, Pelaku Ledakan SMAN 72 Diduga Bertindak Merasa Sendiri dan Tak Punya Tempat Bercerita (Polisi ungkap temuan baru soal kondisi mental ABH dalam insiden ledakan SMAN 72 Kelapa Gading. (Tangkapan layar YouTube Polda Metro Jaya))
Tak Terhubung Jaringan Teror, Pelaku Ledakan SMAN 72 Diduga Bertindak Merasa Sendiri dan Tak Punya Tempat Bercerita (Polisi ungkap temuan baru soal kondisi mental ABH dalam insiden ledakan SMAN 72 Kelapa Gading. (Tangkapan layar YouTube Polda Metro Jaya))

KLIK SAJA - Polda Metro Jaya mengungkapkan temuan baru terkait kasus ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terduga pelaku yang berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) disebut sering merasa sendiri dan tidak memiliki tempat untuk menyampaikan perasaan maupun keluh kesahnya.

“Yang kami peroleh dari hasil penggalian keterangan maupun petunjuk-petunjuk yang ada, bahwa ABH terdapat dorongan untuk melakukan peristiwa hukum tersebut,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, dalam konferensi pers, Selasa (11/11/2025).

Ia menambahkan, “Yang bersangkutan merasa sendiri, kemudian tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya.”

Baca Juga: Kasus Ledakan SMAN 72, Polda Metro Jaya Pastikan Proses Hukum Anak Sesuai Aturan

Menurut polisi, kondisi ini terjadi baik di lingkungan keluarga maupun sekolah, sehingga pelaku diduga menyalurkan tekanan psikologisnya dengan cara yang berujung pada tindakan tersebut.

“Baik itu di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah,” sambung Iman.

Polisi Pastikan Tidak Ada Keterkaitan dengan Jaringan Teror

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki hubungan dengan jaringan terorisme mana pun.

Menurutnya, peristiwa di SMAN 72 bukan bagian dari aksi teror terorganisasi, melainkan tindakan individu yang dilakukan secara mandiri.

“Diketahui sebagai siswa SMA aktif yang bertindak secara mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu,” jelas Asep.

Baca Juga: Info Anak Santri! Jadwal Haul Habaib di Pulau Jawa Bulan November – Desember 2025

Meski begitu, penyidik menemukan bahwa pelaku memiliki ketertarikan terhadap konten kekerasan di dunia maya.

Faktor tersebut diduga turut memengaruhi pola pikir dan perilakunya hingga berujung pada tindakan ekstrem.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X