Di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, hujan deras memicu tanah menimbun puluhan warga.
Data terakhir mencatat 13 meninggal, 10 masih dalam pencarian.
Peristiwa ini menegaskan bahwa hujan deras dan debit sungai yang tinggi bisa menjadi kombinasi mematikan.
Desa Majenang kini masuk zona merah, menandai kawasan yang tak lagi aman untuk dihuni.
Baca Juga: Dari Sekolah ke Galeri Nasional, Kisah Dewi Wardah dan Pundi Craft yang Menguat Berkat BRI
Tragedi ini juga menjadi peringatan untuk daerah rawan lainnya di Jawa Tengah.
Upaya Pencegahan Longsor Susulan
Di Cilacap, Dandim 0703 Letkol Inf Andi Aziz bekerja sama dengan tim geologi UGM untuk meninjau lokasi dan menganalisis struktur tanah.
Pengalihan aliran sungai dilakukan agar material tidak kembali menumpuk saat hujan deras datang lagi.
Langkah ini sederhana tapi penting, karena mengurangi risiko longsor susulan.
Poin pentingnya yaitu mitigasi harus dilakukan cepat dan tepat di hulu, bukan menunggu bencana terjadi.
Alam bisa sedikit ‘diajak kompromi’ jika intervensi dilakukan secara cermat.
Baca Juga: Momen Hangat Prabowo dan Raja Abdullah II Saat Saksikan Aksi Drone Kontraterorisme di Jakarta
Relokasi Warga Zona Merah, Langkah Wajib Keselamatan
Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardono, menegaskan relokasi warga sebagai langkah wajib.
Artikel Terkait
Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Yordania: Cerita Hangat di Balik Bejeweled Grand Cordon Al-Nahda
Natalius Pigai: Semua Menteri Gajinya Sama, Jadi Uang Tambahnya dari Mana?
Teuku Nasrullah Sentil Aparat, Kritik Ijazah untuk Kepentingan Umum Bukan Alasan Memakai Pasal Sembarangan
Kasus Petral Bangkit Lagi: 20 Saksi Diperiksa, Mahfud dan Sudirman Kirim Sinyal Keras untuk Mafia Migas
Bagaimana 494 Kotak Udang Bisa Tercemar Cs-137? Ini Penjelasan Lengkapnya!