Aliran material longsor yang masih labil membuat pencarian harus dilakukan ekstra hati-hati.
Situasi gelap dan cuaca yang tidak menentu turut memperlambat proses evakuasi.
Meski begitu, tim SAR berkomitmen melakukan operasi tanpa jeda demi memaksimalkan peluang menemukan korban tambahan.
Operasi SAR Nonstop: Dibagi dalam Enam Sektor Pencarian
Upaya pencarian dilakukan siang dan malam, melibatkan Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Dari Bobby ke Toto: Diplomasi Antar Anabul yang Jadi Simbol Persahabatan Indonesia–Australia
Karena area longsor cukup luas, tim harus membagi lokasi pencarian menjadi beberapa sektor.
Menurut Priyo, dua sektor difokuskan di Dusun Tarukahan dan empat sektor lainnya di Dusun Cibuyut.
Pembagian ini dilakukan agar pencarian lebih terarah, cepat, dan tidak saling tumpang tindih.
Alat berat dikerahkan untuk mengangkat material besar, sementara area sempit tetap digarap menggunakan alat manual seperti cangkul dan sekop.
Tim harus bekerja pelan dan teliti karena risiko pergerakan tanah susulan masih cukup tinggi.
Setiap temuan, sekecil apa pun, langsung dihentikan sementara untuk penelusuran lebih detail.
Baca Juga: Soeharto Jadi Pahlawan, Ayahnya Disebut Penjahat: Unggahan Gita Sjahrir Picu Debat Nasional
Curah Hujan Tinggi dan Kontur Tanah Labil Jadi Pemicu Utama
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis sore diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor.