Longsor Maut Cilacap: Evakuasi Berkejaran dengan Waktu, Hujan Masih Jadi Ancaman

photo author
- Jumat, 14 November 2025 | 11:45 WIB
Longsor Maut Cilacap: Evakuasi Berkejaran dengan Waktu, Hujan Masih Jadi Ancaman (Tangkapan layar proses evakuasi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. (instagram/infomajenangofficial))
Longsor Maut Cilacap: Evakuasi Berkejaran dengan Waktu, Hujan Masih Jadi Ancaman (Tangkapan layar proses evakuasi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. (instagram/infomajenangofficial))

KLIK SAJA - Tanah longsor besar melanda Kabupaten Cilacap pada Kamis malam, 13 November 2025, dan langsung menimbun sedikitnya 16 rumah warga di dua dusun.

Kejadian sekitar pukul 19.00 WIB itu berlangsung cepat, ketika sebagian besar warga bersiap beristirahat setelah hujan yang turun sejak sehari sebelumnya.

Tebing besar di atas permukiman Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut tiba-tiba runtuh membawa material tanah, batu, dan pepohonan.

Akibatnya, banyak warga tidak sempat menyelamatkan diri karena ambruknya tanah terjadi hanya dalam hitungan detik.

Baca Juga: 1,2 Juta AgenBRILink Jadi Penopang Ekonomi Desa, Transaksi Tembus Rp1.294 Triliun

Dua orang telah dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Situasi di lokasi digambarkan mencekam dengan suara ambulans, alat berat, dan relawan yang tak henti mencari korban.

Warga sekitar juga ikut membantu, berharap masih ada kerabat dan tetangga yang berhasil bertahan hidup.

Total 46 Warga Menjadi Korban, 21 Masih Belum Ditemukan

Basarnas melaporkan bahwa total warga terdampak mencapai 46 orang yang tersebar di dua dusun tersebut.

Dari jumlah itu, 23 warga berhasil ditemukan selamat dan telah mendapatkan pertolongan pertama.

Baca Juga: Prabowo Teken Rehabilitasi Dua Guru: Hak, Martabat, dan Profesi Mereka Kembali Dipulihkan

Dua orang dipastikan meninggal dunia, sementara 21 lainnya masih masuk dalam daftar pencarian.

Priyo, petugas Basarnas yang memimpin operasi di lokasi, mengatakan proses pendataan masih berlangsung karena kondisi lapangan terus berubah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X