Sosoknya bisa mengeksplor “pahlawan militer yang membangun bangsa” sekaligus tetap menyentuh sisi kemanusiaan dan etika.
7. Sultan Muhammad Salahuddin
Sultan Muhammad Salahuddin dari NTB masuk daftar 2025 sebagai tokoh pendidikan dan diplomasi yang mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Penetapan ini memperlihatkan bahwa nasionalisme dan kepahlawanan juga bisa hadir dari daerah dan lembaga non‑militer.
Baca Juga: Dana Rp4,4 Triliun Mengalir ke Rakyat, Ini Cara BRI Perkuat Kesejahteraan Indonesia!
Keluarga beliau pun akan mendapatkan tunjangan berkelanjutan sebagaimana diatur oleh pemerintah.
8. Syaikhona Muhammad Kholil
Syaikhona Muhammad Kholil tokoh pendidikan Islam dari Jawa Timur turut mendapatkan gelar pahlawan nasional 2025.
Dengan latar pendidikan pesantren dan pengabdian komunitas, penetapan beliau menegaskan bahwa kepahlawanan juga bersinggungan dengan spiritualitas dan pendidikan.
Keluarga beliau berhak atas tunjangan yang sama: tunjangan hidup, kesehatan, pendidikan, perumahan.
9. Tuan Rondahaim Saragih Garingging
Tuan Rondahaim Saragih Garingging tokoh dari Sumatera Utara bidang perjuangan bersenjata merupakan salah satu dari daftar 10 pahlawan nasional 2025.
Penetapan beliau menunjukkan kembali bahwa wilayah‑wilayah luar Jawa turut memiliki pahlawan yang akhirnya diakui.
Para ahli waris pun mendapatkan tunjangan sesuai aturan yang berlaku.