Di sisi lain, terdapat pula keluarga korban disebut telah memilih untuk mengikhlaskan kepergian Timothy dan meminta agar kasus ini tidak diperpanjang. Berikut ulasan selengkapnya.
Polisi Hormati Keputusan Ibu Korban yang Sudah Ikhlas
Di tengah proses penyelidikan, polisi juga menegaskan ibu korban yang selama lima bulan terakhir tinggal bersama Timothy sudah menyatakan keikhlasannya.
Laksmi menyebut, ibu korban meminta agar kasus ini tidak diperpanjang demi menjaga ketenangan almarhum Timothy.
“Ibu korban menyatakan menerima dengan ikhlas kematian anaknya dan berharap ini tidak dibesar-besarkan lagi. Kasihan keluarga sedang berduka,” ujarnya.
Pernyataan ini membuat penyelidikan terhadap dugaan bullying kemungkinan tidak dilanjutkan lebih jauh, namun, hingga kini polisi masih mendalami motif di balik peristiwa tragis tersebut.
Tiga Saksi Melihat Timothy Duduk Termenung di Lantai 4
Laksmi mengungkap, fakta baru dari keterangan tiga saksi yang sempat melihat Timothy beberapa saat sebelum ia jatuh.
Berdasarkan penyelidikan, ketiganya melihat korban keluar dari lift lantai empat, lalu duduk di kursi dekat tempat tas dan sepatu miliknya ditemukan.
“Jadi ada tiga orang saksi yang melihat korban duduk di sana, tapi karena tidak saling mengenal, mereka tidak menghiraukan. Sekitar 10 sampai 15 menit kemudian, salah satu menoleh lagi dan melihat hanya sepatunya yang tertinggal,” ungkap Laksmi.
Salah satu saksi bahkan sempat melihat Timothy melepaskan sepatunya sebelum masuk ke ruangan.
Meski begitu, ketika kembali keluar, korban sudah tidak ada di tempat.
Laksmi memastikan, tidak ada saksi yang melihat langsung saat Timothy jatuh dari lantai empat gedung FISIP Unud.