Emosi Tak Terkendali Akibat Mabuk, Pria 27 Tahun di Bantul Nekat Celurit Driver Ojol yang Jemput Pacarnya Kini IGS Resmi Jadi Tersangka

photo author
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 05:40 WIB
Emosi Tak Terkendali Akibat Mabuk, Pria 27 Tahun di Bantul Nekat Celurit Driver Ojol yang Jemput Pacarnya Kini IGS Resmi Jadi Tersangka (Menyoroti fakta terkini kasus driver ojol dianiaya pria di Bantul, Yogyakarta, pada Jumat, 17 Oktober 2025. (Dok. Polres Bantul)
Emosi Tak Terkendali Akibat Mabuk, Pria 27 Tahun di Bantul Nekat Celurit Driver Ojol yang Jemput Pacarnya Kini IGS Resmi Jadi Tersangka (Menyoroti fakta terkini kasus driver ojol dianiaya pria di Bantul, Yogyakarta, pada Jumat, 17 Oktober 2025. (Dok. Polres Bantul)

KLIK SAJA - Seorang pria berinisial IGS (27) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bantul atas kasus penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama BF (35).

Peristiwa kekerasan ini terjadi pada Rabu malam, 15 Oktober 2025, di kawasan Serut, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penyebabnya adalah IGS, yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras, merasa marah dan tersinggung ketika melihat pacarnya dijemput oleh driver ojol yang hanya menjalankan tugas sesuai pesanan.

Akibat emosi yang tidak terkontrol, IGS mengejar dan menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Baca Juga: KPK Buka Pintu Penyelidikan Proyek Whoosh: Mahfud MD dan Masyarakat Diminta Masukkan Aduan Dugaan Korupsi Agar Dapat Diproses Resmi

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Achmad Mirza menyebut penganiayaan itu dipicu kecemburuan dan salah paham tersangka terhadap korban.

“Tersangka dalam keadaan mabuk sempat ingin mengantar pulang teman wanitanya, tetapi ditolak," ujar Mirza saat konferensi pers di Polres Bantul, Jumat, 17 Oktober 2025.

"Teman wanitanya justru memesan ojek daring sendiri, dan hal itu memicu pertengkaran di antara mereka,” imbuhnya.

Lantas, apa saja fakta di balik kasus penganiayaan pria terhadap driver ojol di Bantul itu? Berikut ini ulasannya.

Awal Pertengkaran di Titik Jemput

Kejadian bermula ketika IGS mendatangi rumah teman wanitanya dan berniat mengantarkan pulang.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Tekad Kita Sebagai Bangsa Adalah Bela Palestina, Konsistensi Dukungan dan Bantuan Pangan Jadi Bukti Nyata Sejak 1988

Meski begitu, sang wanita menolak dan memilih memesan ojek online. Saat pengemudi datang, suasana memanas. IGS merasa dilecehkan dan meminta Budi membatalkan pesanan.

“Saya cuma minta tolong untuk kembali dan sudah dicancel,” ujar IGS di hadapan penyidik Polres Bantul, dalam kesempatan yang sama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X