nasional

Setelah Terima Curhatan Kepala Daerah, Wakil Presiden Gibran Panggil Menkeu Purbaya, Fokus Utama Pembahasan TKD!

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 05:15 WIB
Setelah Terima Curhatan Kepala Daerah, Wakil Presiden Gibran Panggil Menkeu Purbaya, Fokus Utama Pembahasan TKD! (Menkeu Purbaya mengungkapkan isi pertemuannya dengan Wapres Gibran Rakabuming. (Instagram/menkeuri))

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu juga menyampaikan bahwa Gibran memintanya untuk terus bicara lugas dan apa adanya.

“Dia (Gibran) mendukung juga saya suruh ngomong ceplas-ceplos terus katanya,” kata Purbaya.

Optimisme Purbaya Ekonomi Tumbuh 8 Persen di Setahun Prabowo-Gibran

Ditemui pada kesempatan lain, Purbaya menunjukkan keyakinannya bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen akan bisa dicapai di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Skandal Korupsi BBM Pertamina Patra Niaga, Pengamat Ungkap Potensi Negara Menagih Kelebihan Selisih Harga Solar

Menuju setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Purbaya menyatakan fiskal negara masih berada di jalur tepat, yakni masih di bawah 3 persen di bawah Produk Domestik Bruto (PDB).

“Yang baik ya kita masih jaga kebijakan fiskal masih prudent di bawah 3 persen ke PDB defisitnya, rasio utangnya masih di bawah 60 persen, masih di bawah 40 persen,” ucap Purbaya kepada wartawan di kantor DJP Jakarta pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Dari sisi kelemahan, Purbaya menyebut sempat ada penumpukan uang di Bank sentral (BI) yang membuat ekonomi terhambat, namun kini tengah dalam perbaikan melalui kebijakan-kebijakan.

“Jadi, harusnya ke depan akan lebih bagus lagi dan mungkin itu yang utama,” tegasnya.

Baca Juga: Tantangan Regulasi dan Optimisme Pertumbuhan: Bagaimana Industri Asuransi Syariah Indonesia Menyikapi Deadline Pemisahan Unit Usaha Syariah 2026?

Mengenai target ekonomi, Purbaya meminta masyarakat untuk bersabar dan berproses sampai bisa mencapai 8 persen.

“Nggak mungkin tahun depan, kan. Nggak mungkin setahun. Saya pikir kita pelan-pelan bergerak makin cepat, kemarin terjebak di 5 persen nanti kita coba akhir triwulan bisa nggak di 5,5 persen dan tahun depan kita dorong ke arah 6 persen atau mendekati 6 atau lebih sedikit,” paparnya.

“Mungkin 2 tahun ke depan bisa antara 6 sampai 6,5 tahun berikutnya lagi baru kita kebut. Akhir pemerintahan bisa mendekati (8 persen),” tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini