Dirut PLN Lapor Demand Sambungan Listrik Meningkat, Menkeu Purbaya Klaim Imbas Injeksi Dana Rp200 Triliun

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 05:44 WIB
Menkeu Purbaya (Promedia)
Menkeu Purbaya (Promedia)

KLIK SAJA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bahwa kebijakan injeksi likuiditas senilai Rp200 triliun yang ditempatkan di bank-bank BUMN mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Dalam pertemuan itu, Darmawan memaparkan perkembangan terkini terkait konsumsi listrik di Indonesia.

Menurut data yang disampaikan, permintaan listrik menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan.

Peningkatan ini tidak hanya terjadi di kawasan industri, tetapi juga di berbagai daerah.

Hal ini tercermin dari meningkatnya permintaan layanan serta pembukaan sambungan listrik baru di sejumlah kantor cabang PLN di seluruh Indonesia.

Kenaikan permintaan tersebut, menurut Purbaya, menjadi salah satu indikator bahwa perekonomian masyarakat mulai menggeliat.

Ia menilai, dampak kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di lima bank Himbara—Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI—mulai terlihat nyata di sektor riil.

“Artinya apa? Dampak kebijakan Rp200 triliun yang saya luncurkan beberapa waktu lalu sudah mulai terlihat di perekonomian. Kelihatan, demand mulai menggeliat,” ujar Purbaya.

Untuk memastikan tren positif ini terus berlanjut, Purbaya menyampaikan akan meminta pembaruan data secara rutin dari pihak PLN.

Baca Juga: Alasan Mengapa Menkeu Purbaya Desak Pertamina Bangun Kilang Baru, Sesusah Itukah?

“Saya akan minta update ke Dirut PLN, mungkin setiap dua minggu sekali. Kita lihat datanya seperti apa. Kalau memang masih bisa didorong, kita dorong lagi perekonomiannya,” tambahnya.

Kebijakan penempatan dana pemerintah di bank-bank Himbara tersebut bertujuan meningkatkan likuiditas perbankan agar mampu memperluas penyaluran kredit ke sektor riil.

Purbaya menilai langkah ini telah berhasil menurunkan suku bunga kredit secara signifikan dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, dengan proyeksi mencapai di atas 5,5 persen pada kuartal IV-2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X