Ada Perbedaan Ketinggian Hilal saat Pemantauan
Nasaruddin menyatakan bahwa terdapat perbedaan dalam ketinggian hilal serta sudut elongasi. Meskipun Malaysia dan Brunei berlokasi dekat dengan Indonesia, garis sudut elongasi di kedua negara tersebut berbeda. Hal ini menyebabkan kedua negara tersebut tidak dapat melihat hilal.
“Karena kita berada dalam satu wilayah hukum, jika ada individu yang melihat bulan dan kemudian disumpah oleh Pengadilan Agama, maka keputusan tersebut berlaku untuk seluruh Indonesia,” tambahnya.
Oleh karena itu, saat hilal terlihat di Aceh, maka penetapan awal Ramadhan berlaku untuk semua wilayah di Indonesia.
“Meskipun di sudut Aceh melihat, disaksikan, tapi itu juga berlaku untuk seluruh di ujung paling timur Indonesia karena kita satu wilayah hukum,” imbuh Nasaruddin.
3 Rangkaian Pelaksanaan Sidang Isbat
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad seperti dikutip dari laman resmi Kemenag mengatakan kalau ada 3 rangkaian dalam menjalankan sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan.
Pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.
Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik.
“Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadhan tahun ini secara bersama-sama,” ungkapnya.***