5. Penyakit akibat ketergantungan obat dan/atau alkohol termasuk dalam daftar yang tidak di-cover BPJS. Sebab, hal itu dianggap sebagai risiko yang dibuat sendiri.
6. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri.
7. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen.
8. Penggunaan alat dan obat kontrasepsi serta kosmetik.
Baca Juga: Peringatan Hari Amal Bhakti ke-79: Tema, Logo, dan Rangkaian Acara
9. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak perdagangan orang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
10. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.
Alur Penggunaan BPJS untuk Pemeriksaan IGD
Sebagai peserta BPJS, sangat penting untuk memahami peraturan dan etika yang berlaku saat menggunakan layanan kesehatan, terutama di IGD.
Baca Juga: Jasad Guru Honorer Ditemukan Mengapung Oleh SAR Gabungan di Perairan Riau
Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
1. Membawa kartu BPJS dan identitas diri
Setiap peserta BPJS diwajibkan untuk selalu membawa kartu BPJS serta identitas diri (KTP) ketika berobat, termasuk saat mengunjungi IGD.
Kartu ini berfungsi sebagai bukti bahwa Anda adalah peserta BPJS yang berhak menerima layanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang ada.
Apabila kartu BPJS tertinggal atau hilang, pihak rumah sakit mungkin akan mengalami kesulitan dalam memverifikasi status keanggotaan Anda, yang dapat mengakibatkan keterlambatan dalam proses pelayanan.