Keluarga berusaha menyediakan perlengkapan seni meski dengan keterbatasan ekonomi.
"Sejak kecil sudah senang menggambar, dulu saat Mikail duduk di bangku SD, saya belikan asbes sebagai media untuk dia melukis, dan hasilnya ternyata luar biasa," kata Sumarno saat dihubungi, pada Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Sumarno, usaha tersebut dilakukan agar bakat Mikail bisa terus berkembang.
Dari sana, kemampuan seni Mikail mulai terlihat semakin kuat.
Menemukan Bakat di SMSR Yogyakarta
Perjalanan seni Mikail semakin berkembang ketika ia masuk SMSR Yogyakarta.
Sekolah tersebut menjadi tempat ia mengasah kemampuan dasar seni rupa.
Kepala Sekolah SMSR Yogyakarta, Drs. Soemadi menyebut sekolahnya memang memiliki basis pendidikan fine art.
Sejak kelas 10, siswa sudah dibimbing untuk memahami teknik menggambar dan berani menunjukkan karya.
"Sekolah kami berbasis fine art, sehingga sejak kelas 10, Mikail sudah diajarkan cara menggambar dengan baik dan berani menampilkan karyanya ke publik," kata Soemadi saat dihubungi, pada Selasa, 23 Juni 2026.
Mikail juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah yang berkaitan dengan karya seni.
Salah satunya melalui program "Pameran Karya" saat berada di kelas 12.
"Saat masuk kelas 12, anak ini (Mikail) menampilkan karyanya dengan baik dalam program sekolah 'Pameran Karya'," sambungnya.
Lolos ITB Lewat Jalur SNBP 2026
Artikel Terkait
Teknologi Penerbangan Makin Canggih, Penumpang Bisa Streaming Piala Dunia 2026 Saat Perjalanan Udara
Driver Ojol Viral Motor Diangkut Dishub Jakarta Timur Saat Ambil Orderan, Begini Kronologi dan Respons Pemprov DKI
Viral Utas Alumni SMAN 2 Bantul Mengaku Jadi Korban Bullying, Begini Cerita Lengkap dan Klarifikasi Sekolah
Pemadaman Listrik Jogja Tanpa Info Tuai Protes Warganet, PLN Ungkap Penyebab Gangguan Pembangkit Besar
Daftar 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG Jadi Sorotan, Ini Kekhawatiran Sahroni soal Proses Hukum MBG