Mengenal Karmila Purba Asal Simalungun, Rider Wanita Tong Setan yang Mendunia Hingga Inggris

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 15 Juni 2026 | 10:05 WIB
Karmila Purba saat beraksi di Inggris (baca sore)
Karmila Purba saat beraksi di Inggris (baca sore)

Rasa ingin tahu itu perlahan berubah menjadi keterampilan. Setelah banyak mencoba dan belajar, Karmila memutuskan menekuni profesi tersebut secara serius pada 2014.

Saat itu, hampir tidak ada perempuan yang berani terjun ke dunia tong setan. Bahkan, pelatihnya, Tora Palepi, menyebut Karmila sebagai perempuan pertama di Sumatra yang menjadi joki tong setan.

"Dialah perempuan pertama di Sumatra ini yang jadi joki tong setan."

Bagi sebagian orang, tong setan hanyalah salah satu hiburan yang meramaikan pasar malam. Namun bagi para pemainnya, arena tersebut adalah tempat bekerja sekaligus ruang yang penuh risiko.

Tong setan merupakan arena berbentuk silinder raksasa yang terbuat dari kayu. Tingginya bisa mencapai sekitar empat meter dengan diameter sekitar enam meter. Di dalamnya, pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi mengelilingi dinding vertikal.

Secara sederhana, pengendara dapat tetap "menempel" di dinding berkat gaya sentrifugal yang muncul ketika motor bergerak dalam kecepatan tinggi. Namun, kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal.

Jika kecepatan menurun drastis, ban bocor, atau terjadi kerusakan pada kendaraan, kecelakaan bisa terjadi dalam hitungan detik. Karena itu, kondisi motor selalu menjadi perhatian utama para pemain.

Baca Juga: Mengenal Basral Graito Hutomo, Atlet Muda Skateboard Asal Karanganyar Peraih Medali Emas Sea Games 2025

"Risiko bahaya, itu kalau pas di atas, ban bocor, akan jatuh," kata Tora Palepi.

Di awal kariernya, Karmila memperoleh penghasilan sekitar Rp6 juta per bulan, belum termasuk tip dari penonton. Pada saat itu, jumlah tersebut tergolong besar untuk pekerjaan informal di daerah.

Namun, penghasilan yang menjanjikan tidak membuat rasa takut hilang begitu saja.

Karmila mengakui bahwa ketakutan selalu ada setiap kali ia memasuki arena. Bedanya, ia belajar mengendalikan rasa takut tersebut agar tidak menguasai dirinya.

"Yang kurasain takut emang ada juga takut. Cuma, kita kendalikan perasaan saja."

Meski demikian, semua rasa cemas seakan terbayar ketika pertunjukan berjalan lancar dan penonton menikmati atraksinya.

Di atas motor, Karmila tidak sekadar berkeliling mengitari dinding kayu. Ia juga melakukan berbagai manuver yang memacu adrenalin, mulai dari berdiri di atas motor hingga melepaskan kedua tangan dari setang untuk meningkatkan ketegangan pertunjukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Kompas, BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X