Warganet Kritik Usulan Menteri PPPA Rubah Posisi Gerbong Khusus Perempuan ke Bagian Tengah Rangkaian KRL, Ini Alasannya!

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 29 April 2026 | 08:24 WIB
Ilustrasi Gerbong Khusus Wanita KRL (espos)
Ilustrasi Gerbong Khusus Wanita KRL (espos)

KLIK SAJA - Pasca kecelakaan kereta yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, muncul sejumlah usulan terkait peningkatan keselamatan penumpang.

Salah satunya datang dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang mengusulkan perubahan posisi gerbong khusus perempuan.

Selama ini, gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian paling depan dan paling belakang rangkaian KRL.

Namun, Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi tersebut dipindahkan ke bagian tengah rangkaian dengan pertimbangan aspek keselamatan.

Meski demikian, usulan ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak warganet menilai bahwa posisi gerbong tidak memiliki korelasi langsung dengan tingkat risiko saat kecelakaan, mengingat dampak insiden sulit diprediksi pada bagian rangkaian tertentu.

Selain itu, penempatan gerbong perempuan di ujung rangkaian selama ini juga memiliki sejumlah pertimbangan operasional yang tidak sederhana.

Mengapa Ada Gerbong Khusus Perempuan?

Kebijakan penyediaan gerbong khusus perempuan di KRL bukan tanpa alasan. Tingginya kepadatan penumpang di transportasi umum berpotensi meningkatkan risiko tindak kriminal, termasuk pelecehan seksual.

Hadirnya gerbong khusus perempuan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi perempuan yang rutin menggunakan transportasi umum.

Selain itu, kebijakan ini juga menjawab kebutuhan sebagian penumpang yang merasa kurang nyaman berdesakan dengan lawan jenis.

Atas dasar tersebut, PT KAI (Persero) menghadirkan gerbong khusus perempuan sebagai bentuk perlindungan dan peningkatan kenyamanan dalam layanan Commuter Line Jabodetabek.

Sejarah Kereta Khusus Perempuan di Indonesia

Berdasarkan informasi dari KAI Commuter, kereta khusus wanita (KKW) pertama kali diperkenalkan pada 19 Agustus 2010. Saat itu, terdapat tiga rangkaian KRL yang masing-masing memiliki dua gerbong khusus perempuan, ditempatkan di bagian paling depan dan paling belakang.

Kemudian, pada Oktober 2012, KAI sempat meluncurkan rangkaian KRL khusus perempuan (RKW), yaitu satu rangkaian penuh yang hanya diperuntukkan bagi penumpang wanita. Kebijakan ini merupakan respons atas tingginya permintaan penambahan ruang khusus perempuan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X