KLIK SAJA - Jalan Ahmad Yani Banyuwangi sempat berubah menjadi lautan manusia sore kemarin (13/3).
Sekitar 1.200 warga nahdliyin hadir dalam acara “Silaturahim Akbar dan Berbuka Puasa PCNU” yang mengusung tema Tandang Bareng Merajut Harmoni.
Acara ini bukan sekadar berkumpul, tapi juga menjadi momen konsolidasi organisasi, menjaga solidaritas, dan memperkuat kerukunan antarumat beragama serta organisasi kepemudaan di Bumi Blambangan.
Jalan Ahmad Yani Penuh Warga Nahdliyin
Sekitar 1.200 peserta memadati Jalan Ahmad Yani, yang ditutup sementara untuk kelancaran acara.
Baca Juga: Aktivitas Warga Aceh Tamiang Menjelang Lebaran, Ekonomi Pascabanjir Mulai Pulih!
Mereka duduk rapi di bawah tenda, mewakili ranting, MWC, dan PCNU.
Meski jalan ditutup, arus lalu lintas tetap landai berkat pengawasan Polri, Dishub, Pol PP, Banser, dan Pagar Nusa.
Kehadiran warga dari berbagai kalangan ini menunjukkan antusiasme tinggi dalam merajut solidaritas NU di Banyuwangi.
Suasana khidmat tercipta, dari anak muda hingga kiai sepuh, semua hadir untuk membangun kebersamaan.
Di Hadiri Tokoh Lintas Lembaga dan Organisasi
Acara ini istimewa karena dihadiri Rais Syuriyah PCNU KH Fakhrudin Mannan, Ketua Tanfidziyah Ahmad Turmudi, Ketua MUI KH Muhaimin Asymuni, Wabup Mujiono, Kapolresta Kombespol Rofiq Ripto Himawan, Danlanal Letkol laut (P) Muhammad Puji Santoso, Ketua DPRD Made Cahyana Negara, perwakilan Kodim 0825, Ketua FKUB, Ketua Baznas, serta perwakilan perguruan tinggi.
Kehadiran tokoh lintas lembaga dan organisasi ini menegaskan tema Merajut Harmoni yang ingin dicapai.
Artikel Terkait
IFG Bersama Jamkrindo, Askrindo, Jasa Raharja, dan Jasindo Salurkan 4.000 Paket Sekolah bagi Anak SD di Sulawesi Utara
Dibakar Cemburu, Pelaku Pembunuhan di Batam Mengintai Korban Sejak Pagi Sebelum Menyerang di Rumah Temannya
Info Mudik! Jadwal Kapal Penumpang Rute Makassar ke Surabaya Periode 12 Maret 2026 – 2 April 2026
Indonesia dan Tujuh Negara Islam Kecam Penutupan Masjid Al Aqsa Yerusalem Oleh Zionis Israel Selama Ramadan
Dugaan Suap Proyek Pemda Rejang Lebong: Bupati Fikri Diduga Terima Fee Rp1,75 Miliar dari Rekanan