Bagaimana Kondisi Iran Pasca Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei: Kekacauan atau Kebangkitan?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 2 Maret 2026 | 15:15 WIB
Warga Iran bersedih pasca kematian Ayatollah Ali Khamenei (1news)
Warga Iran bersedih pasca kematian Ayatollah Ali Khamenei (1news)

Di wilayah perbatasan, pemberontakan lama di kalangan Baluch, Kurdi, dan Arab dapat meningkat menjadi konflik separatis berskala penuh ketika kontrol pusat melemah.

Di kota-kota besar, runtuhnya rantai komando keamanan terpadu bisa memicu kekacauan lokal, ketika milisi liar berebut kendali atas sumber daya lingkungan.

Pada saat yang sama, “perang elite” hampir tak terhindarkan, ketika tokoh militer dan politik yang tersisa saling berebut mengisi kekosongan kepemimpinan, bahkan menjadikan institusi negara sebagai arena perebutan suksesi.

Belakangan ini, ungkapan “akhir yang pahit lebih baik daripada kepahitan tanpa akhir” digunakan sebagian pihak untuk membenarkan intervensi militer asing di Iran.

Baca Juga: Iran Berduka! Ayatollah Ali Khamenei Tewas Dalam Serangan Israel-AS

Pandangan tersebut tampaknya bertumpu pada keyakinan bahwa solusi cepat dapat dicapai melalui kekuatan militer.

Namun, seperti ditunjukkan pengalaman Irak, Libya, dan Afghanistan, hasil perang tidak berjalan linear; ia sering menjadi katalis kemunduran yang tak terduga dan berkepanjangan.

Kematian Ayatollah Khamenei memang menandai akhir simbolik sebuah era. Tetapi sejarah menunjukkan bahwa nilai harapan dari retakan keras semacam itu kerap berupa instabilitas kronis dan erosi institusi, alih-alih pembaruan kelembagaan.

Bagi rakyat Iran, “akhir yang pahit” dari sebuah rezim mungkin bukanlah bab terakhir penderitaan, melainkan awal dari era baru “kepahitan tanpa akhir” yang terlembaga secara struktural—dan berpotensi menghantui kawasan itu selama beberapa dekade mendatang.

Kini rakyat Iran bersiap memulai perjuangan yang sesungguhnya yaitu benar-benar melawan hegemoni barat yang telah mengobok-obok kestabilan dalam negeri.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X