2. Dominasi pelaku usaha luar daerah yang lebih siap secara administratif.
Ancaman Serius bagi Serapan APBD 2026
Dampaknya dapat merembet pada serapan APBD 2026.
Belanja daerah harus dilaksanakan secara efektif dan tepat waktu untuk mendukung pelayanan publik.
Jika proses pengadaan terhambat karena kendala legalitas penyedia, maka realisasi belanja infrastruktur bisa tertunda.
Stagnasi proyek bukan lagi isu teknis semata, melainkan konsekuensi sistemik dari transisi regulasi yang tidak sinkron.
Regulasi Harus Menopang, Bukan Membebani
Sebagai pelaku yang telah satu dasawarsa mengikuti dinamika jasa konstruksi Banyuwangi melalui Forum Jasa Konstruksi Banyuwangi (FORJASIB), Budi Kurniawan menilai persoalan ini bukan semata soal administrasi.
Ini soal kesinambungan ekosistem usaha lokal.
Regulasi memang harus ditegakkan. Tetapi harmonisasi antaraturan adalah prasyarat mutlak agar tujuan kemudahan berusaha tidak berubah menjadi beban baru bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Tahun 2026 akan menjadi titik krusial. Jika transisi ini dikelola dengan baik melalui pendampingan, pemetaan, dan koordinasi lintas instansi, maka pembangunan tetap berjalan dan pelaku usaha lokal tetap bertahan.
Namun jika dibiarkan tanpa mitigasi, stagnasi proyek dan perlambatan serapan anggaran bukanlah kemungkinan yang mustahil.
Hukum seharusnya memberi kepastian, bukan kegamangan dan pembangunan daerah membutuhkan keduanya, kepastian hukum dan kesiapan administrasi yang realistis.
Artikel Terkait
Ucapan Malam Nisfu Syaban 2026 Terbaru, Doa Memohon Ampunan dan Persiapan Menyambut Ramadhan
Apa Saja Amalan Nisfu Syaban? Ini Ibadah yang Dianjurkan Jelang Ramadhan 2026, Ringan dan Bermakna
Cek Disini! Daftar Tanggal Libur Sekolah Cuti Bersama Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026
Rencana Trans Semarang Go Green dengan Bus Listrik: Transformasi Transportasi Ramah Lingkungan di Semarang 2026
Strategi Investasi Saham Asuransi dan Dana Pensiun Fleksibilitas Tinggi Tetap Dikawal Risiko, Catatan Penting dari IFG