KLIK SAJA - Pemerintah fokus menurunkan angka kemiskinan nasional di bawah 5% pada 2029 melalui program pemberdayaan masyarakat yang berpihak pada produktivitas.
Pendekatan pembangunan kini tak lagi hanya soal bantuan sosial, tetapi penguatan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri.
Konsep Indonesia Naik Kelas karya Dany Amrul Ichdan sejalan dengan upaya ini, menekankan pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan manfaat bagi masyarakat.
Forum akademik terbuka di ITB, seperti Studium Generale dan Bedah Buku, menjadi sarana penting untuk menyinergikan strategi hilirisasi dan pemberdayaan masyarakat.
Berikut 6 strategi kunci yang menjadi fokus dalam mewujudkan ekonomi inklusif dan produktif:
1. Hilirisasi dan Industrialisasi Beriringan dengan Pemberdayaan Masyarakat
Menko PMK, Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa program hilirisasi dan industrialisasi harus berjalan bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat.
Hal ini mendorong munculnya berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, mulai dari pelatihan keterampilan hingga pengembangan kewirausahaan.
Sinergi ini memastikan lapangan kerja berkualitas tercipta di berbagai daerah sekaligus mengurangi ketimpangan ekonomi.
Pemerintah juga mendorong sektor pendidikan agar menyiapkan SDM yang sesuai kebutuhan industri.
Dengan cara ini, industrialisasi tidak sekadar membangun fasilitas fisik, tetapi juga meningkatkan kapabilitas manusia.
Program ini menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
5 Cara Mengatur Perjalanan Bisnis Jakarta–Medan Agar Lebih Efisien, Hemat Waktu, dan Tetap Nyaman
Cek Jadwal Pesawat Semarang–Jakarta Februari 2026, Ini Jam Terbang Favorit dan Harga Tiketnya
Jadwal Tiket Pesawat Solo–Jakarta Februari 2026 Sebelum Harga Naik Jelang Ramadhan, Yuk Booking
Buruan Cek Penerbangan YIA–Jakarta Februari 2026, Pilih Direct atau Transit Paling Hemat?
7 Cara Shopee Siap Menemani Big Ramadan Sale 2026 dengan Promo, Game, dan Aktivitas Interaktif Generasi Muda