Pertumbuhan ini menempatkan BRI sebagai salah satu emiten dengan nilai pasar terbesar di Indonesia.
Bagi investor, angka-angka tersebut menjadi indikator solidnya bisnis BRI.
Dua Kali Stock Split demi Menarik Investor Ritel
Untuk memperkuat likuiditas dan memperluas basis investor, BRI melakukan dua kali stock split.
Stock split pertama dilakukan pada Januari 2011 dengan rasio 1:2.
Selanjutnya, stock split kedua dilakukan pada November 2017 dengan rasio 1:5.
Langkah ini membuat harga saham BRI lebih terjangkau bagi investor ritel.
Strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan volume perdagangan saham.
Semakin banyak investor ritel yang bisa ikut memiliki saham BRI.
Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan BRI terhadap inklusivitas pasar modal.
Era 2020-an, All Time High dan Kapitalisasi Rp867 Triliun
Memasuki awal 2020-an, tren penguatan saham BRI tetap berlanjut seiring stabilnya kinerja fundamental perseroan.
Pada 2022, kapitalisasi pasar BRI berhasil menembus Rp700 triliun.
Artikel Terkait
Mau Pesta atau Santai? 5 Acara Malam Tahun Baru 2026 di Yogyakarta Ini Bisa Jadi Pilihan
Liburan Lansia Berubah Jadi Trauma, Rombongan Wisata Surabaya Diduga Dipalak di Bangsring Underwater Banyuwangi
Kisah Pengungsi Aceh Tamiang yang Terharu Hanya Karena Sepiring Nasi Padang: 'Macam Hari Raya'
Bikin Hati Hangat, Momen Dua Bocah Pengungsi Aceh yang Bahagianya Cukup Dijawab dengan 'Iya Mau'
Momen Haru di Posko Pengungsian Banjir Aceh, Anak Kecil Lebih Memikirkan Ibunya