Para relawan mencatat banyak anak dan lansia membutuhkan bantuan kesehatan tambahan akibat udara lembap dan kondisi pengungsian.
Meski bantuan berdatangan, distribusi masih terhambat kondisi medan yang sulit.
Beban psikologis warga juga meningkat karena ketidakpastian akan hujan lanjutan yang terus diprediksi.
Publik Cemas karena BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Masih Bisa Mengguyur Sumut
Setelah korban berjatuhan dan kondisi belum stabil, publik semakin waswas mendengar prediksi BMKG mengenai potensi hujan lebat dalam sepekan ke depan.
BMKG menyebut adanya bibit siklon tropis 91S yang memperkuat potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Sumut.
Informasi ini memicu kekhawatiran karena hujan tambahan dapat menyebabkan banjir susulan di daerah yang tanahnya sudah jenuh air.
Relawan di lapangan mengatakan banyak sungai masih berada di level siaga, sehingga hujan sedang saja dapat memicu luapan.
Di media sosial, warganet meminta pemerintah segera mengerahkan alat berat tambahan agar pembersihan jalur bisa dipercepat.
Meski ancaman terjadi, BMKG meminta publik tetap tenang sambil memantau informasi resmi.
Situasi ini menunjukkan pentingnya literasi kebencanaan ketika kondisi cuaca semakin tidak menentu.
Bibit Siklon Tropis 91S Mulai Terbentuk di Samudra Hindia, Ini Penjelasan BMKG
BMKG menerangkan bahwa bibit Siklon Tropis 91S pertama kali terbentuk pada 7 Desember 2025 di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Artikel Terkait
Indonesia Negara Paling Dermawan? Penanganan Bencana Sumatera Jadi Bukti Nyata di Lapangan
BRI Perkuat Komitmen ESG Lewat Aksi Tanam Pohon dan Bantuan Sosial untuk Warga Sekitar
Bencana Belum Usai, Bupati Justru Umrah, 6 Fakta yang Bikin Netizen Mengelus Dada
5 Sinyal Bahaya dari WALHI! Banjir–Longsor Sumatera dan Kewajiban Negara Menggugat Pengusaha
Dari Logistik Darat hingga Airdrop, Ini Penjelasan Lengkap TNI Soal Distribusi Bantuan Korban Banjir Sumatera!