“Kita butuh setiap Rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan guru-guru, perbaikan sekolah,” tuturnya.
Pendidikan disebut sebagai sektor yang paling membutuhkan alokasi bersih tanpa kebocoran.
Jika anggaran tak dimanipulasi, sekolah bisa lebih layak, guru lebih sejahtera, dan pelayanan publik lebih terasa manfaatnya.
Pesan ini seperti mengembalikan fokus bahwa uang negara bukanlah angka di kertas, melainkan harapan rakyat yang harus diwujudkan.
Oleh karena itu, korupsi harus dipotong dari hulunya.
Penegasan Politik Anggaran
Pidato Prabowo ditutup dengan kalimat yang tegas, singkat, dan sulit disalahpahami, “Jangan mencuri uang rakyat!” Pesan itu seperti garis merah yang membingkai seluruh pidato.
Ini bukan hanya himbauan, tapi arah besar kebijakan anggaran pemerintah ke depan.
Prabowo menegaskan bahwa reformasi tata kelola bukan sekadar wacana, tapi akan dibarengi tindakan nyata.
Pemerintah disebut akan meningkatkan pengawasan internal sekaligus penegakan hukum.
Publik membaca ini sebagai sinyal bahwa perubahan besar sedang disiapkan.
Di tengah banyaknya kasus korupsi yang terungkap belakangan ini, pernyataan itu menjadi titik harapan baru.***
Artikel Terkait
Momen Hangat Prabowo dan Ratu Máxima! Batik Pekalongan, Tongkonan, hingga Jersey Kucing Bobby Bikin Publik Senyum
Dari Behavioural Economics hingga Microinsurance, Begini Cara IFG Menguatkan Industri Asuransi Berbasis Riset!
Usulan SIM Seumur Hidup dari Sudding yang Bikin Publik Angkat Alis, Benarkah Perpanjangan Tiap 5 Tahun Bisa Dihapus?
Dari Perahu Karet sampai Ribuan Makanan Siap Saji, Aksi Cepat BRI Peduli untuk Warga Sumatera
Info Jadwal dan Harga Tiket Kapal PT Dharma Lautan Utama Rute Makassar – Surabaya PP Periode 2-16 Desember 2025, Lengkap Link Resminya!