Bahkan nada suaranya terdengar seperti pesan terakhir sebelum tindakan tegas benar-benar diberlakukan.
“Saya kasih peringatan ya, para birokrat kalau masih ngotot mau mempermainkan anggaran, mengira bahwa kita bodoh, mark up di mana-mana.”
Peringatan itu menunjukkan bahwa pemerintah kini siap menjemput era baru pengawasan ketat. Bagi birokrat nakal, ini jelas bukan angin lalu.
Ungkap Modus Mark Up Ekstrem dari 1 Juta Jadi 150 Juta
Salah satu bagian pidato yang paling mengejutkan adalah pernyataan Prabowo tentang besarnya nilai mark up yang terjadi.
Ia memberi contoh sebuah barang seharga Rp1 juta yang bisa dinaikkan sampai 150 kali lipat.
“Barang harganya Rp1 juta, dinaikin 150 kali. Jangan kira saya tidak tahu,” tegasnya.
Contoh itu menggambarkan betapa ekstremnya permainan anggaran yang selama ini dibiarkan berakar.
Publik dibuat sadar bahwa korupsi bukan sekadar kebocoran kecil, tapi lubang raksasa yang menggerogoti uang negara.
Dengan membuka data secara terang-terangan, Prabowo ingin memperlihatkan bahwa pemerintah sudah tidak mau lagi kompromi.
Pesan ini menjadi semacam ultimatum bagi para pelaku untuk berhenti sebelum tertangkap.
Prabowo menekankan bahwa efisiensi anggaran bukan hanya konsep teknis, tapi soal rasa tanggung jawab moral.
Ia menyoroti bagaimana korupsi membuat negara kehilangan peluang untuk memperbaiki fasilitas pendidikan.
Artikel Terkait
Momen Hangat Prabowo dan Ratu Máxima! Batik Pekalongan, Tongkonan, hingga Jersey Kucing Bobby Bikin Publik Senyum
Dari Behavioural Economics hingga Microinsurance, Begini Cara IFG Menguatkan Industri Asuransi Berbasis Riset!
Usulan SIM Seumur Hidup dari Sudding yang Bikin Publik Angkat Alis, Benarkah Perpanjangan Tiap 5 Tahun Bisa Dihapus?
Dari Perahu Karet sampai Ribuan Makanan Siap Saji, Aksi Cepat BRI Peduli untuk Warga Sumatera
Info Jadwal dan Harga Tiket Kapal PT Dharma Lautan Utama Rute Makassar – Surabaya PP Periode 2-16 Desember 2025, Lengkap Link Resminya!