Mark Up di Mana-Mana! Prabowo Tak Mau Lagi Ditipu, Seruan Terbuka agar Publik Ikut Mengawal Anggaran

photo author
- Sabtu, 29 November 2025 | 12:15 WIB
Mark Up di Mana-Mana! Prabowo Tak Mau Lagi Ditipu, Seruan Terbuka agar Publik Ikut Mengawal Anggaran (Presiden Prabowo peringatkan para menteri hingga birokrat untuk mengawasi anak buah hingga pejabat untuk tidak memainkan anggaran. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden))
Mark Up di Mana-Mana! Prabowo Tak Mau Lagi Ditipu, Seruan Terbuka agar Publik Ikut Mengawal Anggaran (Presiden Prabowo peringatkan para menteri hingga birokrat untuk mengawasi anak buah hingga pejabat untuk tidak memainkan anggaran. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden))

Bahkan nada suaranya terdengar seperti pesan terakhir sebelum tindakan tegas benar-benar diberlakukan.

“Saya kasih peringatan ya, para birokrat kalau masih ngotot mau mempermainkan anggaran, mengira bahwa kita bodoh, mark up di mana-mana.”

Peringatan itu menunjukkan bahwa pemerintah kini siap menjemput era baru pengawasan ketat. Bagi birokrat nakal, ini jelas bukan angin lalu.

Ungkap Modus Mark Up Ekstrem dari 1 Juta Jadi 150 Juta

Baca Juga: Informasi Jadwal dan Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Balikpapan Ke Surabaya Periode 1-15 Desember 2025

Salah satu bagian pidato yang paling mengejutkan adalah pernyataan Prabowo tentang besarnya nilai mark up yang terjadi.

Ia memberi contoh sebuah barang seharga Rp1 juta yang bisa dinaikkan sampai 150 kali lipat.

“Barang harganya Rp1 juta, dinaikin 150 kali. Jangan kira saya tidak tahu,” tegasnya.

Contoh itu menggambarkan betapa ekstremnya permainan anggaran yang selama ini dibiarkan berakar.

Publik dibuat sadar bahwa korupsi bukan sekadar kebocoran kecil, tapi lubang raksasa yang menggerogoti uang negara.

Dengan membuka data secara terang-terangan, Prabowo ingin memperlihatkan bahwa pemerintah sudah tidak mau lagi kompromi.

Pesan ini menjadi semacam ultimatum bagi para pelaku untuk berhenti sebelum tertangkap.

Baca Juga: WALHI: Ada Tujuh Perusahaan Penyebab Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli, Imbas Eksploitasi Hutan Berlebihan

Prabowo menekankan bahwa efisiensi anggaran bukan hanya konsep teknis, tapi soal rasa tanggung jawab moral.

Ia menyoroti bagaimana korupsi membuat negara kehilangan peluang untuk memperbaiki fasilitas pendidikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X