Dengan pupuk lebih murah dan harga gabah meningkat, petani Jonggol mulai menatap musim panen dengan rasa percaya diri baru.
Banyak dari mereka yang tahun lalu sempat menahan diri untuk memperluas lahan tanam, kini mulai berani menggarap lebih.
Koyum juga menilai perubahan ini bukan hanya soal angka, tapi juga soal gairah.
Kebijakan ini menumbuhkan kembali optimisme yang sempat redup.
Baca Juga: Akhiri Era Roaming Mahal, Bundling iPhone 17 x IM3 Platinum Bawa Kuota Lintas Negara ke Level Baru
“Semoga hasil panen meningkat,” ucapnya.
Harapan itu sederhana, tapi jika terwujud, ia bisa menggerakkan ekonomi desa dari penggilingan padi, pengangkut gabah, hingga pedagang kecil di pasar. Semua ikut hidup ketika petani bangkit.
Terima Kasih dari Ladang-Ladang Jonggol
Baik Uki maupun Koyum sepakat kebijakan ini layak diberi apresiasi. Mereka mengirimkan terima kasih langsung kepada Presiden Prabowo.
Baca Juga: Tok Resmi! Presiden Prabowo Beri Rehabilitasi Pada Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi
“Alhamdulillah sekali,” kata Koyum. Bagi mereka, kebijakan harga pupuk bukan sekadar keputusan teknis pemerintah, ia membawa dampak langsung pada dapur keluarga, masa depan anak, hingga keberlanjutan pertanian desa.
Di Jonggol, perubahan ini terasa nyata. Ladang tetap sama, embun tetap sama, tapi harapan hari ini jauh lebih luas dari kemarin.***
Artikel Terkait
Purbaya Siapkan Sanksi Berat, Ekonom Anthony Beri Dukungan: 'Ini Saatnya Industri Bangkit'!
Terperangkap Amarah, Polisi Ungkap Motif Penculikan dan Pembunuhan Alvaro dari Ponsel Pelaku
DPR Beberkan Kecurangan BBM, Pelangsiran Terstruktur dan Mobil Mewah Ikut Nikmati Subsidi!
Beban Kerja KBRI Beijing Meningkat, dr Irene Resmi Diandalkan untuk Perkuat Hubungan Indonesia–China
UMKM Naik Kelas, Bagaimana 'Faber Instrument' Menggandeng Masyarakat Lokal dan BRI untuk Meroket ke Dunia?