Dari Gudang Gelap hingga Kebijakan Baru, Drama Panjang Baju Impor Ilegal dan Langkah ‘Cacah, Bukan Bakar’ ala Purbaya

photo author
- Sabtu, 15 November 2025 | 05:09 WIB
Dari Gudang Gelap hingga Kebijakan Baru, Drama Panjang Baju Impor Ilegal dan Langkah ‘Cacah, Bukan Bakar’ ala Purbaya (Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa terkait kasus baju impor ilegal di berbagai wilayah Tanah Air. (Instagram.com/@purbayayudhi_official))
Dari Gudang Gelap hingga Kebijakan Baru, Drama Panjang Baju Impor Ilegal dan Langkah ‘Cacah, Bukan Bakar’ ala Purbaya (Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa terkait kasus baju impor ilegal di berbagai wilayah Tanah Air. (Instagram.com/@purbayayudhi_official))

AGTI Siap Menjadi “Mesin Daur Ulang” Nasional untuk Balpres Ilegal

Kemenkeu sudah bertemu Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) untuk membahas skema pencacahan.

Para pengusaha AGTI, menurut Purbaya, langsung mengangkat tangan tanda siap tempur.

Mereka punya alat pencacah pakaian, punya jaringan produksi, dan punya pasar.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Temukan Indikasi Manipulasi Harga Barang Impor di Pelabuhan Tanjung Perak

Skemanya sebagian hasil cacah akan dimanfaatkan industri, sebagian lagi dijual murah untuk UMKM.

Nantinya, distribusi ke UMKM akan dilakukan lewat koordinasi dengan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman.

Menariknya, Purbaya membuka pintu bagi asosiasi tekstil lain, meski baru ada lima perusahaan yang punya teknologi pencacahan. Industri lokal bisa jadi pemenang dari masalah besar ini.

Temuan 19.391 Balpres di Bandung: Operasi Terbesar Sepanjang Sejarah Penindakan

Kita bicara angka yang tidak main-main 19.391 balpres pakaian impor ilegal ditemukan di 11 gudang wilayah Bandung.

Mendag Budi Santoso menegaskan, ini adalah rekor terbesar dalam sejarah penindakan pakaian bekas ilegal di Indonesia.

Baca Juga: Cek Disini! Info Jadwal & Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Sampit – Surabaya PP Periode 16 – 29 November 2025

Sebanyak 16.591 bal di antaranya sudah dimusnahkan sejak pertengahan Oktober, dan seluruh proses ditargetkan rampung akhir November.

Penindakan ini bukan kejadian tunggal melainkan puncak dari rentetan operasi dari Karawang, Pekanbaru, Sidoarjo, Cikarang, Batam, hingga Makassar.

Semuanya mengarah pada satu kesimpulan: jaringan impor ilegal ini masif, sistematis, dan bekerja lintas provinsi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X