Melalui pendampingan dan akses keuangan yang mudah, banyak pelaku usaha kecil kini lebih mandiri secara ekonomi.
BRI memposisikan diri bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga penggerak sosial-ekonomi nasional yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dorong Ketahanan Pangan dan Hunian Layak untuk Semua
BRI juga aktif dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.
Hingga kini, terdapat 3.854 Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang telah memperoleh layanan perbankan dari BRI.
Dari sisi pembiayaan, BRI menyalurkan dana sebesar Rp104,4 miliar untuk pembangunan Dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia.
Tak hanya itu, BRI juga ikut mendorong program 3 Juta Rumah, dengan menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 110 ribu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) senilai Rp15,07 triliun hingga akhir September 2025.
Semua langkah ini menunjukkan bahwa BRI tidak sekadar bank, melainkan mitra sosial yang berperan aktif dalam membangun pondasi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, hingga akses perumahan.
BRI dan Pemerataan Ekonomi Nasional
Penyaluran BLTS Kesra Tahap I menjadi simbol konkret pemerataan ekonomi Indonesia.
Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan, BRI berhasil menyalurkan bantuan secara masif tanpa mengorbankan akurasi data penerima.
Baca Juga: BRI Dukung FLOII Expo 2025 untuk Dorong Ekosistem Hortikultura Indonesia Menuju Pasar Global
“Penyaluran BLTS Kesra Tahap I, bersama dengan dukungan atas berbagai inisiatif strategis lainnya seperti KUR, Program Makan Bergizi Gratis, FLPP dan KDKMP menegaskan komitmen BRI sebagai mitra utama pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pemerataan ekonomi nasional,” ujar Hery Gunardi.
Dengan visi tersebut, BRI optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat berlangsung inklusif dan berkeadilan.
Artikel Terkait
Shell Hadirkan Helix Ultra dengan Teknologi Balap dan Kemasan Ramah Lingkungan
Jimly Pimpin Komisi Percepatan Reformasi Polri: 'Kita Terbuka, Akan Dengar Suara Publik'
Dibina Rumah BUMN BRI, 'Erildya Cemilan Family' Jadi Contoh UMKM Tangguh Era Digital
Menkeu Purbaya Targetkan Redenominasi Rp 1000 Jadi Rp 1 Pada Tahun 2027
Publik Terbelah Soal Soeharto, Antara Nostalgia Pembangunan dan Luka Lama yang Belum Sembuh