“Ini utang pembangunannya cukup besar. Apakah kemudian kita tambahkan equity (penyertaan modal) sehingga perusahaan ini self sustain karena secara operasional sudah cukup,” kata Dony kepada awak media di JICC, Jakarta pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Dony lantas membeberkan skema kedua, yakni menyerahkan infrastruktur proyek Whoosh menjadi milik pemerintah seperti kereta api pada umumnya.
“Atau kemudian memang ini kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api yang lain, infrastrukturnya itu milik pemerintah. Nah, dua opsi ini yang coba kita tawarkan,” paparnya.
Wakil Menteri (Wamen) BUMN ini juga menilai bahwa Whoosh telah memberikan dampak dalam perekonomian dengan mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung dan meningkatkan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, utang proyek Whoosh ini senilai 7,3 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp116 triliun.***
Artikel Terkait
Tudingan Manipulasi Menu Gizi Gratis, Pemberian Susu Sekolah 125 ml dengan Kandungan 30 Persen Susu Murni Memicu Kontroversi
Ketua Komisi XI Misbakhun Ingatkan Menkeu Purbaya Agar Tak Cawe-cawe Komentari Kementerian Lain
Presiden Prabowo: Tekad Kita Sebagai Bangsa Adalah Bela Palestina, Konsistensi Dukungan dan Bantuan Pangan Jadi Bukti Nyata Sejak 1988
Layanan Memuaskan, BRI Raih Juara Kedua di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2025
Cek Disini! Info Jadwal Sholat Kota Surakarta Bulan Oktober 2025