Pihaknya juga akan mengirim tim ke lapangan untuk mengecek langsung SPPG.
“Mereka (SPPG) biasanya kirim foto sebelum verifikasi, ada koordinator regional itu turun untuk ngecek, bisa jadi ada kongkalikong, misalnya ini dapur nggak menuhin syarat. Kita akan mulia inspeksi satu per satu dapur,” ucapnya kepada media di Bogor, Jawa Barat pada Kamis, 25 September 2025.
“Bila kita temukan, langsung kita tutup,” tegasnya.
BGN Bentuk Tim Investigasi
Sebelumnya, Nanik telah mengungkapkan pembentukan Tim Investigasi Khusus yang akan menelusuri penyebab dan mencari solusi jangka panjang.
Pembentukan tim investigasi ini akan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang yang baru saja dilantik pada Rabu, 17 September 2025 lalu itu.
“Jadi kami membentuk Tim Investigasi ini sebagai second opinion. Sebelum hasil dari BPOM keluar, kami sudah bisa mengidentifikasi kira-kira apa penyebab anak-anak ini sakit,” ucap Nanik dalam jumpa pers BGN di Kantor BGN pada 22 September 2025.
Tim ini akan beranggotakan ahli kimia, ahli farmasi, dan tenaga yang memiliki keahlian di bidang kesehatan, yang akan bekerja mulai dari meneliti proses memasak hingga memastikan kualitas bahan baku.***
Artikel Terkait
Dihadiri Ratusan Peserta, Pelatihan Content Creator Laboratorium 2025 di Unesa Berlangsung Sukses
Mahfud MD Bergabung dengan Komite Reformasi Polri, Dukungan Mengalir dari Parlemen
Akses Pendidikan Tanpa Batas: Papan Interaktif Digital Mendukung Belajar Efektif di SLB-A Pembina Jakarta
Solusi Kekurangan Stok BBM: 4 Perusahaan SPBU Swasta Sepakati Kerja Sama dengan Pertamina
Menguak Alasan di Balik Penggunaan Ikan Hiu dalam Menu Makan Bergizi Gratis yang Berujung Keracunan