Bukan Merampas, Melainkan Audit Keadilan
Sebagian pihak khawatir pembahasan ulang bailout dapat mengguncang stabilitas perbankan.
Padahal, wacana ini tidak serta-merta berarti pengambilalihan paksa.
Yang ditekankan adalah audit keadilan, hal tersebut terkait kemungkinan negara yang dirugikan, rekayasa dalam penjualan, hingga koreksi yang dapat dilakukan tanpa merugikan investor publik.
Baca Juga: QLola by BRI Dominasi Layanan Digital Korporasi, Catat Pertumbuhan Transaksi Triliunan Rupiah
Sejumlah negara, seperti Korea Selatan, juga pernah melakukan evaluasi terhadap penjualan aset bank pasca krisis Asia.
Pihak yang menyebut ide peninjauan ulang sebagai sesat menilai hal itu bisa merusak kepercayaan pasar, menimbulkan ketidakpastian, serta melindungi kepentingan pemegang saham pengendali.
Kendati demikian, memberi label sesat pada sebuah wacana publik dinilai justru menutup ruang diskusi yang sehat.
Langkah yang Bisa Diambil Pemerintah
Sasmito menuturkan, jika Presiden Prabowo dan DPR ingin membela kepentingan publik, sejumlah langkah bisa ditempuh.
"Pertama, audit ulang bailout dan penjualan saham oleh BPK dan auditor independen. Kedua, membuka dokumen lama, mulai dari laporan BPK, catatan KPK, hingga notulensi sidang kabinet," tuturnya.
"Ketiga, menjajaki negosiasi dengan pemegang saham pengendali, misalnya melalui peningkatan pajak dividen, CSR strategies, atau skema kompensasi," terang Sasmito.
Baca Juga: Ikuti Jejak Pati, Rakyat Bone Lakukan Aksi Demonstrasi Tolak Kenaikan PBB-P2 300 Persen
Terakhir, Sasmito menuturkan juga saran langkah Pemerintah RI yang dapat mengedepankan komunikasi publik yang transparan agar isu ini tidak dipolitisasi.
Jadi, Wajar Ditinjau Ulang atau Sesat?
Artikel Terkait
Tanggapan Tegas Menkes Terkait Kasus Kekerasan Verbal dan Fisik yang Menimpa Dokter di Sumatera Selatan
Mentan Andi Amran Ajak Petani Milenial Jadi Penggerak Utama Perubahan Besar Bangsa Lewat Pertanian
Dukungan Penuh dari Parlemen, Video 10 Bulan Kinerja Prabowo Dapatkan Standing Applause
HUT ke-80 RI Jadi Momentum BRI, Terus Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi Rakyat
Hore! Guru Honorer dan PAUD Dapat Kado Insentif Pada HUT RI, Berapa Besarannya?