KLIK SAJA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menginformasikan bahwa istilah “zonasi” dan “ujian” akan dihapus dari sistem pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
Perubahan ini merupakan bagian dari inisiatif untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional agar lebih inklusif dan adaptif.
“Dari sekarang tidak akan ada lagi istilah ujian. Kata ‘ujian’ sudah tidak ada,” kata Abdul Mu’ti dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada Senin, 20 Januari 2025.
Selain itu, istilah zonasi juga akan diganti dengan nama baru.
Baca Juga: Genjot Efisiensi, Prabowo: Pemerintah Telah Hasilkan Penghematan yang Cukup Besar
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa istilah pengganti tersebut sudah dirumuskan, namun meminta masyarakat untuk bersabar hingga peraturan baru diumumkan secara resmi.
Ia juga mengingatkan bahwa ada potensi gangguan dari kelompok ekstremis di kedua belah pihak yang dapat merusak proses perdamaian ini.
“Perlu diingat, banyak individu radikal, baik dari Hamas maupun sayap kanan Israel, yang berusaha untuk menggagalkan seluruh kesepakatan ini,” tambahnya.
"Sekadar bocoran, nanti kata-kata zonasi tidak ada lagi, diganti dengan kata lain. Nah, kata lainnya apa? Tunggu sampai keluar," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 37 Proyek Listrik di 18 Provinsi: Kita Menuju Swasembada Energi
Penggantian Ujian dan Zonasi Menunggu Finalisasi
Menurut Abdul Mu’ti, konsep baru yang berkaitan dengan penghapusan istilah ujian telah selesai.
Peraturan resmi akan diumumkan bersamaan dengan pengenalan sistem baru untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Jadi, kami akan mengumumkannya setelah peraturan mengenai PPDB dirilis. Semoga tidak perlu menunggu hingga Idul Fitri selesai,” ujarnya.
Artikel Terkait
Istana Akhirnya Tanggapi Usulan DPD Soal Makan Bergizi Gratis Dibiayai dari Zakat: Memalukan!
Ramai Kabar Megawati akan Segera Bertemu Presiden Prabowo, Istana Beri Bantahan: Nggak Ada Itu, ya. Siapa yang Memberi Tahu?
Pengakuan Keluarga Soal Kasir Wanita yang Terjebak di Kebakaran Glodok Plaza hingga Damkar Bikin Regu Khusus demi Temukan Korban
Klarifikasi Raffi Ahmad tentang Mobil RI 36 Dianggap Blunder, Mahfud MD: Pejabat Tidak Jujur
Para Menteri Prabowo Kejar Pemerataan Makan Bergizi Gratis: Kami Ingin Melayani Lebih Banyak Lagi