Pemilik tersebut meminta Uya untuk pergi karena mengira bahwa ia memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan konten pribadi.
“Orang yang menegur kami adalah pemilik rumah. Mereka beranggapan bahwa kami adalah penipu yang menggunakan insiden kebakaran ini untuk mendapatkan donasi pribadi. Sebenarnya, kami telah memperoleh izin dari pihak berwenang seperti penjaga nasional dan FBI yang berada di lokasi,” jelas Uya.
Ia juga menambahkan bahwa banyak orang lain, termasuk warga asing, juga sedang merekam video di tempat yang sama.
Namun, hanya mereka yang ditegur oleh pemilik rumah.
Baca Juga: Anak-anak Sekolah Sambut Gembira Prabowo di Sumedang: Senang Banget, Biasa Cuma di TV
Video Telah Dihapus
Tudingan bahwa dirinya tidak berempati dibantah oleh Uya.
Ia mengaku langsung berhenti merekam dan menghapus video setelah diminta oleh pemilik rumah.
"Kami kaget. Dia sudah videoin lama baru menegur. Begitu disuruh berhenti, kami langsung stop dan menghapus videonya," ungkap Uya.
Baca Juga: Genjot Efisiensi, Prabowo: Pemerintah Telah Hasilkan Penghematan yang Cukup Besar
MKD DPR Akan Panggil Uya Kuya
Terkait insiden ini, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI berencana memanggil Uya Kuya untuk memberikan klarifikasi.
Hal ini disampaikan oleh Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam, yang menyayangkan tindakan Uya.
"Kita di MKD pasti akan minta klarifikasi dari saudara Uya Kuya," kata Dek Gam kepada wartawan pada Senin, 20 Januari 2025.
Ia menegaskan bahwa surat pemanggilan belum dikirimkan karena DPR masih dalam masa reses hingga 21 Januari 2025.
Artikel Terkait
Pembelajaran di Rumah Selama Ramadan Tuai Pro-Kontra, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Penjajahan
Jusuf Hamka Baru Tahu Dirinya Dituduh Jadi Dalang Pembajakan Pesawat Garuda Woyla, Terungkap Setelah 37 Tahun Berkat A.M. Hendropriyono
BLT BBM Rp600.000 akan Segera Disalurkan, Siapa Saja yang Dapat?
Mau Dapat Rumah Gratis dari Pemerintah? Ketahui Syarat dan Kriterianya
Erupsi Gunung Ibu, Satgas Upayakan Evakuasi Warga Kecamatan Tabaru, Halmahera Barat