KLIK SAJA - Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Nelayan dan Masyarakat Sipil diperingati setiap tanggal 13 Januari.
Peringatan ini bertujuan untuk menghargai peran nelayan dan masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.
Dalam konteks Indonesia, sektor kelautan dan perikanan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara.
Pada tahun 2022, sektor ini menyumbang 1,79 triliun Rupiah kepada pendapatan negara.
Baca Juga: Hari Gerakkan Satu Juta Pohon: Sejarah, Tujuan, dan Cara Memperingati
Pentingnya hari ini tidak hanya terletak pada pengakuan hak asasi nelayan, tetapi juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka.
Sejak disahkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 35 Tahun 2015, perlindungan HAM bagi nelayan semakin diperkuat.
Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh nelayan Indonesia.
Salah satu masalah utama adalah akses terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga: Harvey Moeis dan Sandra Dewi Terdaftar BPJS Kesehatan Kelas 3, Negara Tanggung dengan Nilai Segini
Banyak nelayan yang kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena jarak yang jauh dan prosedur administrasi yang rumit.
Selain itu, konflik sosial ekonomi akibat privatisasi ruang laut juga menjadi hambatan bagi nelayan.
Keberadaan industri ekstraktif seperti pertambangan pasir dan limbah tambang nikel mengancam hak asasi mereka.
Hak asasi manusia bagi nelayan mencakup hak atas kesejahteraan, hak untuk hidup, serta rasa aman dan tentram.
Artikel Terkait
10 Orang Tewas dan Puluhan Terluka Dalam Serangan Mobil di New Orleans, Diduga Terkait Gerakan ISIS
Sebuah Mobil Tesla Meledak Depan Lobi Hotel Milik Donald Trump di Las Vegas
Momen Prabowo Sapa Masyarakat di Malam Tahun Baru Naik Maung Garuda, Warga Berebut Salam, Foto Bersama
Luncurkan Program Warbinling Untuk Setiap Aspirasi Masyarakat Polisi Polda Banten Kini Jualan Kopi Keliling
Komdigi Kaji Larangan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Bawah Umur