KLIK SAJA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini mengeluarkan imbauan kepada para pejabat, termasuk menteri dan pimpinan daerah, untuk “berpuasa” melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menghemat anggaran negara yang selama ini digunakan untuk perjalanan tersebut.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya penghematan anggaran demi kepentingan masyarakat luas.
Prabowo menyatakan bahwa jika para pejabat dapat menahan diri dari perjalanan dinas luar negeri selama lima tahun, negara bisa menghemat hingga 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 23,9 triliun.
Baca Juga: Prabowo Ingin Pemerintahan Bersih dan Korupsi Hilang: Saya Ditertawakan, Diejek
Angka ini menunjukkan potensi penghematan yang signifikan jika semua pihak bersedia berkomitmen terhadap imbauan tersebut.
Selama ini, perjalanan dinas luar negeri oleh pejabat pemerintah diketahui menghabiskan dana yang cukup besar, mencapai sekitar 3 miliar dolar AS per tahun atau setara dengan Rp 47,8 triliun.
Dengan pengeluaran yang begitu besar, Prabowo merasa perlu ada langkah konkret untuk mengurangi biaya tersebut.
Ia menjelaskan bahwa jika pengeluaran untuk perjalanan dinas dapat dikurangi hingga 50 persen, maka pemerintah akan memiliki tambahan dana sebesar Rp 15 triliun.
Baca Juga: Prabowo: Rakyat Pasti Bahagia Kalau Pemerintah Bersih
Dana ini bisa dialokasikan untuk program-program prioritas yang lebih berdampak langsung kepada masyarakat.
Program-program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan di berbagai daerah serta pemberian makanan bergizi gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan demikian, penghematan anggaran tidak hanya menjadi angka di atas kertas tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Prabowo juga menekankan bahwa efisiensi dalam penggunaan anggaran adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Artikel Terkait
WNI Asal Bangkalan Berhasil Diselamatkan Dari Hukuman Mati di Arab Saudi
3 Fakta Kasus Penembakan Oknum Polisi Terhadap Anak Sekolah di Semarang, Terbaru Menteri HAM Ungkap Soal Siswa yang Tewas
Dilema Kenaikan 6,5% UMP, Menaker Sebut Soal Usul Apindo hingga Bakal Resmi Ditetapkan di Akhir Tahun 2024
Langkah Baru Komdigi Demi Persempit Gerak Judi Online, Sebar SMS hingga Blokir Transfer Pulsa yang Terindikasi Judol
Kemenag Anggarkan Hampir 1 Triliun Untuk Insentif Guru Non PNS