Mahkamah Agung (MA) sudah pernah menetapkan bahwa narasumber berita tidak bisa dijerat pidana dengan pasal pencemaran nama baik.
Hal ini terdapat dalam putusan kasasi perkara terdakwa Mohammad Amrullah yang dilaporkan perusahaan tambang karena pernyataan sebagai narasumber di salah satu pemberitaan pers pada 2016.
Putusan dengan nomor 646 K/Pid.Sus/2019 itu menghasilkan amar yang membebaskan Mohammad Amrullah dari dakwaan.
Baca Juga: Begini Kisaran Harga Emas Perhiasan Hari Ini di Semar Nusantara, Berapa 1 Gramnya?
Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan narasumber berita tidak bisa dikenakan Pasal 27 Ayat 3 UU ITE tentang pencemaran nama baik.
Maka dari sebab itu apapun untuk produk jurnalistik sepenuhnya menjadi tanggung jawab media pers, bukan narasumber.
“Pernyataan atau informasi narasumber dalam pemberitaan merupakan produk jurnalistik, yang bertanggung jawab adalah Pemred media pers tersebut,” kata Ade.***
Artikel Terkait
Hasil Sidang Pleno KPU Bangka Belitung, Prabowo-Gibran Raup Suara Terbanyak di Bangka Belitung
Kembali Bagikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Jokowi : Semoga Bisa Berlanjut Hingga Bulan Juni
Kunjungi Pasar Gelugur, Jokowi Sebut Harga Beras Mulai Turun Dalam Beberapa Hari Belakangan
Rencana Nonaktifkan NIK Warga Jakarta Sempat Tertunda, Ternyata Ini Alasannya
Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air Dipanggil KPPU, Buntut Menaikkan Harga Tiket Tak Wajar Jelang Lebaran Idul Fitri