KLIK SAJA - Di usia yang seharusnya diisi dengan belajar, seorang remaja justru harus menghadapi kerasnya hidup lebih cepat.
Kisah itu datang dari Sragen, tentang seorang anak bernama Hendi Saputro.
Ia pernah berada di titik di mana sekolah bukan lagi prioritas, melainkan kemewahan.
Namun hidup tidak selalu berjalan lurus, dan kadang memberi kesempatan kedua di waktu yang tak terduga.
Melalui program Sekolah Rakyat, jalan yang sempat tertutup kini kembali terbuka. Dari sanalah, cerita baru Hendi dimulai.
Terpaksa Kerja di Bengkel Demi Bertahan Hidup
Setelah lulus SD, Hendi tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kondisi ayahnya yang terserang stroke membuat keluarga kehilangan sumber penghasilan utama.
Di sisi lain, kebutuhan hidup tetap harus berjalan setiap hari.
Tanpa banyak pilihan, Hendi akhirnya memutuskan bekerja di bengkel.
Dari pekerjaan itu, ia mendapatkan sekitar Rp150.000 per minggu untuk membantu keluarga.
Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan makan hingga membantu adiknya tetap bertahan.