KLIK SAJA - Pemerintah siapkan KUR Ekraf Rp10 triliun di 2026. Investasi, tenaga kerja, dan peluang usaha kreatif melonjak tajam di berbagai subsektor.
Pemerintah akhirnya mengirimkan sinyal paling jelas bahwa ekonomi kreatif bukan lagi “pelengkap” pembangunan, melainkan tulang punggung baru.
Lewat KUR Ekraf dengan plafon Rp10 triliun pada 2026, pelaku kreatif mulai dari animator, perajin kriya, programmer, hingga UMKM kuliner kini punya akses modal yang lebih terarah.
Skema pinjaman Rp100–500 juta memberi ruang bagi usaha rintisan untuk naik kelas tanpa terbentur modal awal.
Baca Juga: Dikiranya Besi, Ternyata Bom! Ini Dia 5 Fakta Mencekam di Balik Ledakan Mortir Bekasi
Program ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah melihat potensi besar sektor digital yang terus berkembang pesat.
Pengumuman tersebut disampaikan di Badan Ekraf Developer Day 2025, memantik optimisme ribuan pelaku kreatif yang hadir.
Di saat sektor lain bergerak lambat, ekraf justru terus mencetak lapangan kerja baru.
Langkah ini diharapkan menjadi booster bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Lonjakan Tenaga Kerja Kreatif Jadi Alasan Utama KUR Ini Diluncurkan
Menurut pemerintah, pertumbuhan tenaga kerja di sektor ekraf berada di kisaran 1–2 juta orang per tahun angka yang cukup untuk membuat sektor ini menjadi magnet baru.
Baca Juga: 103 Perda Bermasalah dan Ketakutan Publik di Era KUHP Baru, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Banyak anak muda lulusan universitas kini enggan terjebak profesi lama yang tak sesuai passion.
Fenomena “karier dari hobi” yang dulu dianggap angin-anginan, sekarang justru menjadi sumber penghasilan yang nyata.
Artikel Terkait
Info Warga Bekasi! Operasi Zebra Lodaya 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan
Info Warga Kabupaten Bandung Barat! Operasi Zebra Lodaya 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan
Dari Bandara hingga Wajib Lapor, Bagaimana Status Tersangka Mengubah Ruang Gerak Roy Suryo dan 7 Orang Lainnya
Erupsi Semeru Reda Tantangan Distribusi Bantuan Justru Menguat, Ini Kata Pemkab Lumajang
Gibran’s Black Paper, Ketika Roy Suryo Membuka Bab Baru dalam Drama Politik Tanah Air