Bahkan pejabat Kemekraf sendiri mengakui, pekerjaan berbasis hobi di masa lalu lebih sering ditolak mertua ketimbang didukung.
Kini paradigma itu berubah total, kreativitas justru dianggap aset masa depan.
Pemerintah melihat tren ini sebagai alasan kuat untuk memastikan para pekerja kreatif mendapat dukungan infrastruktur pembiayaan yang memadai.
Dengan KUR Ekraf, peluang kerja di sektor ini diharapkan terus melesat.
Baca Juga: BRI Gaspol Diversifikasi Dari Payroll, KPR Tier-1, hingga Layanan Bank Emas Lewat Super App Tring
Investasi Ekraf Menggeliat, 66 Persen Target Sudah Terealisasi
Tahun ini, target investasi Kemekraf mencapai Rp136 triliun angka yang mencerminkan kepercayaan besar investor domestik dan global terhadap masa depan industri kreatif Indonesia.
Menariknya, 66 persen target itu sudah terealisasi pada semester pertama 2025.
Subsektor dengan kontribusi tertinggi datang dari aplikasi, fashion, kriya, dan kuliner, menegaskan bahwa kreativitas Indonesia masih menjadi daya tarik pasar.
Singapura menjadi investor terbesar, disusul Hong Kong, Korea Selatan, dan China yang pertumbuhannya bahkan naik hampir tiga kali lipat dari tahun lalu.
Sejumlah dana tersebut mengalir deras ke Jawa Barat sebagai salah satu pusat geliat ekraf nasional.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa ekraf bukan hanya tren, tetapi sektor ekonomi yang benar-benar menjanjikan.
Baca Juga: Di Tengah Erupsi Semeru, Warga Bertahan, Anak-anak Bersiap Sekolah dan Jarak Aman Semakin Ketat
27,4 Juta Pekerja Kreatif, Angka yang Lampaui Target Pemerintah
Prediksi pemerintah ternyata kalah cepat dibanding kenyataan di lapangan.
Artikel Terkait
Info Warga Bekasi! Operasi Zebra Lodaya 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan
Info Warga Kabupaten Bandung Barat! Operasi Zebra Lodaya 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan
Dari Bandara hingga Wajib Lapor, Bagaimana Status Tersangka Mengubah Ruang Gerak Roy Suryo dan 7 Orang Lainnya
Erupsi Semeru Reda Tantangan Distribusi Bantuan Justru Menguat, Ini Kata Pemkab Lumajang
Gibran’s Black Paper, Ketika Roy Suryo Membuka Bab Baru dalam Drama Politik Tanah Air